<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751</id><updated>2012-02-16T01:54:17.664-08:00</updated><title type='text'>sang fajar</title><subtitle type='html'>Welcome to this blog. Semoga anda menikmatinya. Terus berkarya...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-5465895491432456326</id><published>2009-04-18T19:59:00.001-07:00</published><updated>2009-04-18T20:03:50.565-07:00</updated><title type='text'>Who's Next Indonesian President 2009?</title><content type='html'>Menanti Sang Ratu Adil 2009-2014&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hitungan beberapa hari kedepan Rakyat Indonesia kembali akan mengadakan perhelatan demokrasi terbesar untuk memilih calon anggota legalislatif dan pemilihan Presiden RI ke -7. Pemilihan anggota legislatif akan berlangsung pada 9 April 2009. Partai yang meraup suara 20% layak mengajukan calon Presiden dari partai itu sendiri atau kalau tidak tercapai mereka tentu akan melakukan koalisi dengan partai yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui bahwa masing-masing partai telah mendeklarasikan calon mereka sendiri-sendiri. Mereka tentu punya pandangan dan strategi politik tersendiri. Beragam trik dan taktik pun juga tengah dilakukan oleh berbagai partai politik guna mendongkrak popularitas mereka. Dalam hal ini rakyat hanya dijadikan objek. Setelah mereka berkuasa rakyatpun mereka tinggalkan.  Yang ada hanayalah kepentingan pribadi dan kelompoknya baru kepentingan negara. Sungguh ironi memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kandidat yang telah memproklamirkan diri mereka sebagai Presiden.. Ada Jusuf Kalla dari Paratai Golkar, Wiranto dari partai Hanura, Megawati Soekarnoputri dari PDI Perjuanagan, Soesilo Bambang Yudhoyono dari Partai Demokrat dan Prabowo Subiakto dari partai Gerindra. juga tidak ketinggalan pula kandidat dari independen diantaranya Rizal Ramli, seorang pakar Ekonomi dan Dedi Mizwar, seorang  seniman dan sutradara yang juga lebih dikenal dengan Jendral Naga Bonar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita melihat bahwa kesemua calon Presiden diatas masih didominasi oleh wajah-wajah lama. Hanya berganti topeng.  Kecuali pendatang baru independen yakni Rizal Ramli dan Dedi Mizwar. &lt;br /&gt;Wajah-wajah lama sudah bisa dinilai oleh rakyat karena mereka sudah pernah terlibat dipemerintahan. Sementara wajah baru masih harus dibuktikan kesolidan dan ketangguhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis ekonomi sudah mulai menggerogoti perekonomian kita. PHK massal sudah tidak dapat dihindarkan. Beberapa ribu karyawan di daerah kawasan industri terpaksa dirumahkan. Alasannya karena perusahaan tidak sanggup lagi membayar mereka disebabkan turunnya order dan biaya tinggi produksi. Ekpors Indonesia secara keseluruhan juga mengalami penurunan. Bahkan dikhawatirkan bisa turun mencapai 50 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan dengan negara tetangga masih rawan 'dibodohi.' Padahal dibawah kekuasana Presiden Soekarno, negara-negara tetangga sangat takut dengan Indonesia. Singapura dan Malaysia tidak berani 'bermain-main' dengan Indonesia. Betul, Indonesia masih membutuhkan sang Jenderal  seperti Soekarno. Agar Ibu pertiwi ini tidak dikebiri lagi  oleh negara tetangga atau negara asing lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Indonesia tidak mau lagi satu persatu pulau-pulau terkecil kita lepas ke negara tetangga. Apapun alasannya. Wilayah kedaulatan RI harus dipertahankan walaupun nyawa taruhannya. Ini soal harga diri dan martabat bangsa. Rakyat tidak mau lagi pasir-pasir kita diambil sehingga berefek kepada pendangkalan wilayah pantai kita, sebalikanya mengakibatkan perluasana di negara tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak mau lagi negara kita diatur oleh negara tetangga, apapun itu bentuknya. Uang negara yang dibawa kabur ke negara lain harus dikembalikan. Perjanjian demi perjanjian haruslah menguntungkan negara dan rakyat Indonesia. Hal ini akan terwujud kalau Indonesia mempunyai Pemimpin yang visioner seperti Soekarno dan seorang pemimpin yang sederhana seperti Bung Hatta. Penulis sempat berpikir  kombinasi dua kepribadian antara Bung Karno dan Bung Hatta lah yang layak memimpin negeri ini. Tentu yang kita ambil disini positif dan nilai baiknya dari kedua pemimpin diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat tidak mau lagi kontrak-kontrak migas Indonesia hanya menguntungkan negera Adikuasa. Kalau perlu  seorang Presiden berani mengatakan “Go to hell with your aid” menirukan kata-kata Bung Karno takkala perjanjian-perjanjian politik, ekonomi dan militer tidak menguntungkan buat negara dan rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati kondisi kekinian yang terjadi sungguh membuat kita semua hanya bisa mengelus dada. Kasus yang terjadi di Jawa tengah dimana murid-murid Sekolah Dasar menjerit histeris serta menangis takkala bangku dan meja tempat mereka belajar disekolah tersebut diambil paksa oleh sang penyalur. Hal ini ditenggarai oleh karena pihak dinas pendidikan setempat lalai membayarkan hutang bangku dan kursinya yang sudah berbulan-bulan. Hal ini sungguh memprihatinkan, anak-anak didik harus menghadapi konsisi seperti ini. Dikemanakan dana BOS tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak itu saja, barangkali tidak sedikit orang tua murid mengeluhkan mahalnya biaya pendidikan buat anak-anak mereka. Sekarang ini saja untuk masuk sekolah menegah umum, para orang tua harus merogoh koceknya sekitar 4 jutaan. Belumlagi bulanannya konon lebih mahal dari semesteran di universitas. Sungguh ironi memang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tiak akan terjadi kalau pemimpin Indonesia adalah seorang yang tegas dan mempunyai insting memimpin. Artinya kalau perlu dia harus turun kebawah. Dia tidak hanya duduk diatas singasananya dan hanya  mengandalkan para pembisiknya semata. Semasa kepemimpina khalifah Umar, beliau tidak segan-segan turun kebawah dan menyamar demi mengetahui secara pasti kondisi masyarakat. Pernah suatau malam Umar keluar menyamar dan melewati sebuah rumah dimana penghuninya merintih kelaparan, esoknya Khalifah Umar menyuruh  aparatnya mengantarkan beras kerumah yang dimaksud.  Contoh keteladanan yang patut ditiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian bantuan pemerintah masih ditemui sarat KKN; Korupsi, Kolusi dan Neposime. Tidak sedikit rakyat mengeluh bahwa yang dapat  bantuan hanya orang disekitar pejabat dan itupun kadang masih dipotong, alasannya buat administrasi. Sungguh ironi memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin tidak boleh mencari alibi dari kelemahannya. Kalau tidak sanggup membersihkan ini semua dia harus secara gentelmen mengundurkan diri. Terkadang kita dihadapi oleh alasan klasik yakni kan tugas presiden itu banyak tidak hanya mengurus itu melulu. Kan yang memerintah didaerah berlainan partai dari presinden. Dan beragam alasan-alasan lainnya. Prinsip orang jepang patut dicontoh oleh elit politik negeri ini. Kita sepakat Jepang maju karena salah satunya adanya ketegasan, disipilin dan sikap gentlemen para elitenya. Kalau memang tidak sanggup membawa masyarakat maju, pemimpin di Jepang siap mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia tenaga kerja juga belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Buruh masih menjadi objek. Phenomena dunia buruhpun sangat mencemaskan dewassa ini. Perusahaan sudah mulai menerapkan prinsip outsourcing  yang notabenenya merugikan sang buruh sendiri. Mereka tidak memiliki job security yang layak. Kalau bercermin kepada negara maju, outsourcing mereka lakukan tetapi hak buruh betul-betul diperhatikan. Sehinnga kalau di PHK pun mereka masih bisa hidup selama enam bulan buat survive kalau belum dapat pekerjaan. Sementara buruh kita hanya dibayar dibawah standar kelayakan hidup sekarang. Dizaman sekarang ini gaji satu  jutapun sudah tidak mencukupi lagi. Oleh karena itu Pemerintah harus mampu mengatasi persoalan ini. Ini kita jangan meniru di negara tetanga yang upah buruh nya rendah. Kita harus melihat tingkat inflasi di negara tersebut. Yang menjadi sebuah ironi bagi penulis adalah kenapa  orang-orang  masih merasa bangga apabila mereka bisa membayar gaji karyawannya serendah-rendahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak itu saja, masih saja ditemui pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dunia kerja yang mengeruk keuntungan  buat kantong pribadi. Mencari pekerjaan ibarat memancing ikan dilaut. Kalau nelayan pancingannya cacing, kalau buruh pancingannya beberapa lembar rupiah. Itulah yang dihadapi oleh pihak buruh. Buruh kita masih tersudutkan dan berada dalam posisi terlemah. Bagaimana pemerintah akan kuat kalau kondisi buruhnya masih lemah dan dalam posisi yang 'tergadaikan.' Inilah yang masih harus ditangani serius oleh pemerintah bagaimana buruh itu posisisnya kuat. Buruh yang kuat dan memiliki job security secara tidak langsung akan mengamankan pemerintahan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu masih banyak lagi permasalahan bangsa ini yang tidak mungkin dibahas satu persatu dalam tulisan singkat ini. Dan tulisan ini tidak dalam kapasitas membahas kualitas sang calon Presiden yang mengemuka saat ini.  Yang perlu digarisbawahi adalah tugas dan tantangan didepan membutuhkan penanganan yang serius dan harus  dikelola oleh orang-orang yang bisa membawa rakyat mampu survive. Itulah ratu adil yang sesungguhnya. Ia akan membawa bangsa ini disegani ditengah percaturan global dan juga menjadi contoh tauladan oleh rakyatnya sendiri. Siapakah sang Ratu Adil itu? Wallahualam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andri Matovani&lt;br /&gt;Pemerhati masalah rakyat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-5465895491432456326?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/5465895491432456326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=5465895491432456326' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/5465895491432456326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/5465895491432456326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2009/04/whos-next-indonesian-president-2009.html' title='Who&apos;s Next Indonesian President 2009?'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-7782831514756296692</id><published>2009-04-18T19:38:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T19:50:39.384-07:00</updated><title type='text'>PEMILU 2009</title><content type='html'>Menuju Pemilu Demokratis kedua 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah pemerintahan Presiden Megawati, Indonesia berhasil melaksanakan pemilu secara demokratis. Ada yang kecewa dan ada pula yang bahagia dengan hasil pemilu 2004 yang lalu. Kemenangan yang diraih Soesilo Bambang Yudhoyono, mengantarkan beliau menjadi Presiden demokratis  pertama sepanjang berdirinya Republik ini. Akankah pemilu kali ini akan menghasilkan pemilu yang demokratis juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ada riak riak kecil terhadap hasil pemilu 2004, akan tetapi hampir tidak ada insiden. Pihak yang kalah akhirnya secara legowo menerima kekalahannya. Padahal kalau mau, pemerintahan saat itu bisa saja mengatur skenario data pemilih. Hal inilah yang ingin diulangi oleh bangsa ini. Yang jelas rakyat Indonesia ingin melihat bangsanya sendiri hidup dalam ketenangan dan kesejahteraan. Apalagi sepanjang bergurlirnya reformasi, masyarakat masih dihadapi oleh ketidakpastian hukum, politik, ekonomi, sosial dan budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, tidak sedikit yang pesimis dalam menghadapi pemilu tahun 2009 ini. Kenapa? Hal ini disebabkan timbulnya beberapa insiden yang terjadi pada pemilihan kepala daerah di berbagai kota di Indonesia. Publik masih mengaitkan dengan kondisi yang terjadi pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Dan  kasus ini telah menyita perhatian rakyat. Dan tidak sedikit para elit politik yang khawatir kecurangan yang terjadi di jawa timur akan terulang pada pemilihan anggota legislatif dan presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa kita belum terlalu siap untuk menghadapi pesta demokrasi yang terbilang besar ini. Masih ditemukannya data pemilih ganda membuktikan kinerja aparat komisi pemiliha umum masih harus terus ditingkatkan. Apalagi menjelang beberapa hari kedepan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan bangsa ini adalah baru bertindak setelah ada kasus. Paradigma inilah  yang harus secara perlahan-lahan kita tanggalkan.  Sebagai contoh, Baru merawat situ kalau ternyata situ itu telah menelan korban seperti yang terjadi di tanggerang. Baru bertindak menangkap para cukong kalau setelah ketahuan daerah yang kayunya diambil secara membabi buta tersebut terkena bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita masih terjebak pada pola aji mumpung. Mumpung saya lagi berkuasa, lahan-lahan gambut dibuka semua. Mumpung saya lagi berkuasa..mumpung saya lagi berkuasa..ini itu bisa saya lakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bangsa ini butuh pemimpin yang berkelas dan sudah teruji. Artinya keluar dia bagaikan macan, kedalam ia bak idola yang ditauladani rakyatnya. Itulah yang dibutuhkan bangsa ini. Bangsa ini butuh sosok pemimpin seperti itu. Dia dihormati diluar negeri. Artinya tidak dianggap sebagai pemimpin dari negara terbelakang. Selama ini masyarakta dunia hanya kenal Indonesia sebagai negara berkembang, banyak terjadi rusuh dan huru hara. Sehingganya ketika seorang mahasiswa Indoneisa belajar ke luar negri, ia merasa malu mengaku sebagai bangsa Indoneisa. Tidak sedikit dari mereka yang bahkan mengaku dari malaysia atau negara yang terkenal maju dan kaya. Ini adalah phenomena yang tidak boleh dianggap sebelah mata. Inilah tantangan bangsa ini yang hingga saat ini masih belum terangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengangkat citra Indonesia dan mensejahterakan rakyat indonesia maka dibutuhkan seorang pemimpin yang betul-betul bekerja untuk rakyat. Inilah harapan rakyat. Presiden bukan lagi zamannya untuk dilayani tetapi melayani umat, mensejahterakan rakyat dan melindungi rakyat. Ketika ada rakyatnya yang terkena busung lapar, sang presiden tidak hanya duduk di singasananya dan mengucapkan kata simpati, kalau perlu  ia langsung turun dan mengatasi masalah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah sebagai pihak penyelenggara pemerintahan wajib untuk membenahi masalah-masalah yang timbul sebelum, selama atau sesudah berlangsungnya pemilu. Pemerintah tidak boleh memainkan kartu “turf' agar bisa kembali terpilih. Perlu diadakan pemilihan yang jujur dan adil. Pemerintah yang berkuasa harus siap kalah kalau itu terjadi. Dan rakyat pun harus ikhlas dan ikut mensukseskan jika akhirnya pemerintahan saat ini kembali mendapat mandat dari rakyat. Ya, semuanya harus fair dan berjiwa kesatria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam persoalan muncul ketika DPT ( Data Pemilih Tetap) yang dimiliki KPU sebagian masih menjadi perdebatan di kalangan publik. Hal ini ditenggarai adanya pemilih ganda dan tidak tercatat sebagai pemilih guna memberikan suaranya. Seperti diberitakan di TV1One (Rabu,08/04/09) bahwa sebagian masyarakat di sumatera utara melakukan protes ke KPU karena mereka tidak bisa memilih disebabkan data kependudukan mereka tidak tercatat. Di kota Padang seperti yang juga diberitakan TV ini juga ditemukan pemilih ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan diatas ibarat kerikil-kerikil yang bisa mengancam proses demokrasi yang sedang dibangun oleh bangsa ini. Jangan sampai hal yang sepele ini dianggap masalah kecil. Dan perlu dilakukan evaluasi dan respon cepat dalam menghadapi permasalaan yang timbul dilapangan. Hal-hal ini jangan sampai terabaikan saat pemilihan calon Presiden nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Ferdinan Marcos lengser dari istanya takkala raykat tidak mempercayai hasil pemilu di negara tersebut. Masyarakat Philippine menganggap pemilu yang terjadi waktu itu penuh dengan kecurangan-kecurangan. Data pemilih yang ganda dan banyaknya rakyat yang memilih untuk golput. Akhirnya keberlangsungan demokrasi di philipine harus dibayar mahal dengan lengsernya sang Presiden&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercermin kepada kasus Philipine, tentunya hal itu jangan sampai terjadi kepada bangsa ini. Waktu kedepan masih ada untuk memperbaiki sistem pemilihan presiden kedepan. Hal-hal atau masalah-masalah teknis yang muncul saat ini mestilah langsung di tanggapi. Sehinganya saat pemilihan presiden nanti persoalan yang mengemuka tidak terlalu significant dalam menjegal proses demokrasi yang sedang dibangun bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu 2009 ini kembali akan dijadikan barometer, akankah bangsa Indonesia bisa kembali dianggap sebagai negara demokratis? Peran pemerintah, KPU, Banwaslu dan  elemen lainnya iu sangat sentral dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil. Kontrol terhadap aparat di pemerintahan perlu ditegakkan jangan sampai aparat tersebut memanfaatkan dana departemen sebagai dana kampanye buat partai tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dibangun tingkat kepercayan masyarakat terhadap hasil pemilu nanti. Sehinganya apa yang pernah terjadi dinegara tetangga, tidak terjadi dinegara yang kita cintai ini. Ya, Semua kita punya hati nurani. Semua kita punya jawaban untuk itu. Kita semualah yang akan menentukan mau dibawa kemana bangsa ini. Semoga pemilihan anggota legislatif dan Presiden nanti membawa angin perubahan kepada bangsa ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-7782831514756296692?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/7782831514756296692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=7782831514756296692' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/7782831514756296692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/7782831514756296692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2009/04/pemilu-2009.html' title='PEMILU 2009'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-7933935072251711775</id><published>2009-02-24T04:55:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T05:04:19.113-08:00</updated><title type='text'>Dukun Cilik - Ponari</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Praktek Dukun Cilik Ponari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini Menag menyerukan untuk menghentikan praktek yang dilakukan  dukun cilik Ponari. Hal  senada juga sudah dikeluarkan keputusan mengenai pratek Ponari yang menjurus ke perbuatan syirik. Pro kontra praktek Ponari terus bermunculan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan panitia tentu sangat menentang himbauan Mentri Agama. Bisa dibayangkan berapa rupiah yang bakal hilang seandainya praktek ini harus dihentikan. Masyarakat sekitar juga tidak mau tinggal diam. Mereka memanfaatkan kondisi ini untuk mengais sesuap nasi. Ada yang menjajakan makanan dan minuman. Ada yang berprofesi sebagai juru parkir dadakan. Semua aktifitas ekonomi tersebu dari hari ke hari sungguh bernilai fantastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pundi-pundi rupiah yang mengalir ibarat emas yang jatuh dari langit. Semua ketiban reszki. Tetapi dibalik itu ada yang merasa dirugikan. Yakni si dukun cilik dan orangtuanya (bapaknya). Ponari harus meninggalkan bangku sekolah hanya untuk melayani pasien. Dan ayah ponari terpksa dirawat di rumah sakit karena dianiaya oleh panitia dukun ponari yang notabene masih karib kerabat. Sang ayah ingin mengentikan praktek ponari dan menginginkan anaknya untuk kembali sekolah. Namun keinginan sang ayah ditolak panitia yang berujung dang ayah ponari dianiaya. Sunguh tragis memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak sekolah ponari sendiri sudah beberapa kali melayangkan surat kepada keluarga Ponari. Pihak sekolah menginginkan Ponari kembali k skolah layaknya anak-anak seusia mereka. Dalam hal ini pendidikan ponari terabaikan hanya untuk memenuhi ekploitasi sebahagian pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pro kontra mengenai praktek yang dilakukan Ponaripun beragam. Ada yang setuju. Ada pula yang menyerahkan semua kepada keyakinan masyarakat masing-masing. Ponari melakukan praktek hanya dengan menggunakan sebuah batu dimana batu itu nanti dicelupkan kedalam air yang sudah dipersiapkan oleh pasien. Konon batu itu diyakini sebagai batu ajaib yang bisa menyembuhkan orang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari kabar disembuhkannya anggota keluarga Ponari dengan menggunakan batu dari langit, sehinnganya menyebar dari mulut ke mulut. Konon ponari sudah pernah tiga kali membuang batu itu, tetapi batu itu tetap kembali padanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sugesti yang diberikan oleh Batu Ponari itulah dianggap sebagian pasien bisa menyembuhkan penyakit mereka. Menurut ilmu kedokteran jelas hal ini sangat tidak masuk akal. Ketika dimintai komentarnya Menteri Kesehaan hanya menyerahkan smuanya kepada masyarakat. Beliau juga berkeyakinan juga masyarakat akhirnya akan bisa menilai kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek-praktek semacam ini tentu tidak hanya datang kali ini. Sebelum praktek  Ponari ini terekspose, sesungguhnya masih banyak praktek-praktek lainnya yang sejenis. Masyarakat kita masih percaya akah hal itu. Apalagi masyarakat kita masih banyak yang belum tersentuh akan aparat dan fasilitas kesehatan. Kalaupun tersentuh kadang hal itu menimbulkan biaya tinggi. Untuk masa sekarang hal itu sangatlah memberatkan masyarakat. Sehingganya masyarakat mencari alternatif lain. Alternatif instan dan murah. Contohnya ya dengan mendatangi praktek-praktek semacam Ponari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pro kontra yang muncul haruslah disikapi dengan arif dan bijaksana. Mari semua pihak untuk instropeksi diri. Terlebih lagi jangan sampai ada jatuh korban dari semua kejadian ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-7933935072251711775?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/7933935072251711775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=7933935072251711775' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/7933935072251711775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/7933935072251711775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2009/02/dukun-cilik-ponari.html' title='Dukun Cilik - Ponari'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-7554339751287275608</id><published>2009-02-03T16:22:00.001-08:00</published><updated>2009-02-03T16:22:16.643-08:00</updated><title type='text'>Democrazy di Medan</title><content type='html'>Tewasnya ketua DPRD Sumatera Utara, Bapak Azis Angkat, yang juga ketua penasihat parta golkar Sumut dan tercatat sebagai dosen di universitas sumatera utara telah mencoreng simbol demokrasi di negeri. Apapun alasannya pemaksaan suatu kehendak yang menyebabkan jatuh korban tidak dapat ditolerir. Semua yang terlibat harus dihukum dengan seberat-beratnya.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Unjuk rasa yang berujung tewasnya ketua DPRD Sumut, bermula dari aksi masyarakat yang menuntut pemakaran provinsi tapanuli atau sumatera tenggara. Masyarakat menuntut agar anggota dewan segera merealisasikan tuntutan mereka, sehinganya ribuan massa berbondong-bondong mendatangi gedung dewan. Yang pada akhirnya kondisi amuk massa terjadi di gedung dewan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Aksi unjuk rasa ini seperti yang telah diutarakan human mabes polri sudah mengantongi izin. Namun sangat disayangi pihak kepolisian tidak bisa mencegah amuk massa yang terjadi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Benar apa yang para demonstran bilang bahwa gedung rakyat ini adalah milik rakyat, akan tetapi mereka juga tidak dibenarkan melakukan pengrusakan aset rakyat. Itu namanya hukum rimba. Sementara kita hidup berbangsa dan bernegara, dimana kita mempunyai aturan hukum.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut ketua pansus pemekaran provinsi tapanuli, bahwa mereka sudah memproses aspirasi masyarakat. Bahkan sang ketua DPRD sendiri sudah mengagendakan sidang khusus guna mempercepat proses aspirasi masyarakat tersebut. Namun hal itu sudah keburu dinodai oleh aksi premanisme, brutalisme dan tidak masuk nilai-nilai kemanusian. Semoga aksi tersebut tidak terulang lagi dan semua pihak hendaknya mengambil hikmah akan kejadian ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-7554339751287275608?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/7554339751287275608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=7554339751287275608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/7554339751287275608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/7554339751287275608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2009/02/democrazy-di-medan.html' title='Democrazy di Medan'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-3129036492811946861</id><published>2009-01-25T17:20:00.001-08:00</published><updated>2009-01-25T17:24:28.089-08:00</updated><title type='text'>Teman Di Dunia Maya, Trust it or not?</title><content type='html'>Perkembangan hubungan manusia kian maju dan berkembang. Kehadiran internet telah mempercepat kemudahan hubungan anak manusia. Berbagai program internet menawarkan kemudahan itu. Ada program friendster, mirc, blog, ym dan facebook.   &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Mendapatkan teman baru di dunia internet kian mudah. Dengan menggunakan program tersebut diatas, seseorang dengan sangat mudah menjalin komunikasi dengan seseorang dibelahan dunia sana. Tidak sedikit hubungan yang mereka bina langgeng dan awet, walau mereka hanya bertemu didunia maya. Bahkan ada yang merasa click dan membina hubungan serius baik itu sebagai pacar atau calon suami/istri. Haruskah kita menaruh trust seratus persen dari orang yang kita kenali lewat dunia maya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;'Awalnya saya merasa nyaman berhubungan dengan dia. Tanpa saya sadari hubungan kami sudah terlalu jauh. Saya tidak sadar ternyata dia sudah bersuami. Hubungan kami terbina dari chatting di dunia.' Begitulah penyesalan seorang perempuan yang punya love affair dengan pria lewat dunia maya. Penyesalan yang selalu datang terlambat.&lt;br /&gt;Bagaimana menurut anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-3129036492811946861?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/3129036492811946861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=3129036492811946861' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/3129036492811946861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/3129036492811946861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2009/01/teman-di-dunia-maya-trust-it-or-not.html' title='Teman Di Dunia Maya, Trust it or not?'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-4907566111767187646</id><published>2009-01-20T05:56:00.001-08:00</published><updated>2009-01-20T05:56:41.796-08:00</updated><title type='text'>Pelantikan Barrack Obama</title><content type='html'>Warga Antusias Menjelang Pelantikan Obama&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Hari ini tepat tanggal 20 januari 2009, akan dilangsungkan ritual pelantikan presiden terpilih amerika yang ke-44 yakni Barrack Obama, seorang presiden pertama berketurunan Afrika-Amerika.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemerihan sangat terasa di kota washington dan capitol hill. Hari ini adalah hari libur di amerika. Warga Amerika sangat antusias terhadap presiden baru mereka. Dibawah kepemimpinan Obama, rakyat Amerika menaruh harap akan perubahan di tanah Amerika. Mereka tentunya berharap bisa keluar dari krisis ekonomi yang menghantam Amerika lewat krisis subprime mortgage(krisis macet perumahan).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemerihan pelantikan presiden Obama juga dirasakan di Indonesia. Banyak warga Indonesia yang menyimak secara langsung pelantikan Mr. Obama. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagai new leader, Presiden Obama diharapkan bisa memainkan peran yang lebih berimbang bagi terciptanya kestabilan dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-4907566111767187646?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/4907566111767187646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=4907566111767187646' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/4907566111767187646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/4907566111767187646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2009/01/pelantikan-barrack-obama.html' title='Pelantikan Barrack Obama'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-8048013259748080222</id><published>2009-01-17T22:40:00.001-08:00</published><updated>2009-01-17T22:40:24.111-08:00</updated><title type='text'>Cinta itu menyakitkan, lho!</title><content type='html'>Semingu yang lalu seorang sahabat dengan muka yang rada sedih menceritakan pengalaman. Pengalaman yang bagi sangat menyedihkan dan menyakitkan. Cinta kepada seorang perempuan telah menyebabkan hari-harinya menjadi kelabu. Cerita sang pujaan hatinya memutuskan hubungan mereka.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Aku tahu betapa sahabatku begitu mencintai gadis pujaannya. Kalau bercerita dia sangat membanggakan gadis yang dicintai. Bahkan ia sudah menceritan status hubungan mereka kepada sang orang tua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setahuku, sahabatku tidak pernah pacaran. Maksudnya pacaran dalam arti mempunyai keinginan serius buat menikah. Dulu dia sempat dekat dengan beberapa perempuan, akan tetapi hubungan mereka hanya sebatas teman buat diskusi belum ada komitmen. Dia memang tipe laki-laki pemalu buat mendekati seorang perempuan. Dia hanya pernah bilang hanyalah orang yang mengerti dan menerima dia apa adanya yang akan bisa menjadi sahabat sejatinya. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sejauh yang aku ketahui dari pertemananku dengan sahabatku ini dari semenjak kuliah, dia itu orangnya baik dan agamanya pun bagus, cuma kadang-kadang masih terpengaruh. Dia itu tipenya moody bangat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitulah sahabatku. Aku juga ikut merasa sedih akan hubunganya dengan gadis yang dicintainya. Padahal aku tahu sahabatku itu ingin segera menikahinya. Bahkan dia memutar otak agar setelah menikah perekonomianya bisa mendukung keluarga. Sempat dia mengutarakan niatnya untuk membuka counter hp dan agen koran. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Selidik punya selidik kenapa hubungan putus, karena masalah ekonomi. Sebenarnya aku juga tak bermaksud terlalu ikut campur dengan masalah pribadi, khawatir kurang balance aja ngasi komentnya. Akhirnya dia menceritakan kalau gadis pujaannya mengangap dia tidak punya visi buat keluarga. Disebabkan oleh sahabatku ini belum punya rumah atau belum menyicil perumahaan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku tahu ekonomi sahabatku. Kalau dia mampu jangan kan kredit rumah, mobil fortuner akan dipersembahkan buat gadisnya kalau dia mampu.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Aku tahu sahabatku begitu mencintainya. Aku hanya bisa menasehati dirinya untuk  kembalikan semuanya pada yang diatas. Dan  memperbaharui cintanya. Jangan lagi untuk mencintai makluk melebihi cinta kita kepada Sang Khalik. Ibarat kata sang pujangga, cinta kepada manusia hanya bikin menderita, tetapi cinta kepada Allah bikin kita bahagia. Cintailah segala sesuatu di bumi Allah swt, karenaNya, InsyaAllah cinta kita mendapat berkahNya.    Kita hidup bukan sebatas mencari dunia. Kita hidup untuk Yang Maha Hidup. Menikah bukan untuk bersenang-senang demi dunia, tetapi menikah adalah untuk beribadah kepada Alla Swt. Kebahagian itu tidak diukur dengan memiliki rumah, mobil, gelar berjibun, tetapi kebahagian itu adalah ketika kita merasakan nikmatnya beribadah kepadaNya.&lt;br /&gt;Semoga kau selalu tegar sahabatku dan mendapatkan kembali cinta sucimu, permata hati dan bidadarimu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-8048013259748080222?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/8048013259748080222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=8048013259748080222' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/8048013259748080222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/8048013259748080222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2009/01/cinta-itu-menyakitkan-lho.html' title='Cinta itu menyakitkan, lho!'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-3945889954400825325</id><published>2009-01-09T06:36:00.001-08:00</published><updated>2009-01-09T06:36:20.982-08:00</updated><title type='text'>Palestina</title><content type='html'>Tragedi Kemanusia di Palestina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Isu palestina telah menyita perhatian dunia. Sampai-sampai pihak Vatican menyerukan gencatan senjata dan menyalahkan agresi israel ke tanah palestina. Bom-bom canggih telah menewaskan ratusan nyawa bayi dan para wanita. Hal ini sudah dikategorikan kejahatan kemanusian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pemerintah  Indonesia sendiri terus berupaya agar tercipta kestabilan di tanah palestina. Isu kemanusian menjadi hal penting dalam mendesak pihak israel menghentikan agresinya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tadi pagi presiden sempat berbicara lewat telephone dengan komandan pasukan perdamaian indonesia di palestina. Presiden Indonesia dalam kesibukannya terus memonitor kondisi kekinian di palestina.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Diberbagai wilayah indonesia, demo anti yahudi terus bereskalasi. Mereka menuntut agar israel menghentikan agresinya. Para demonstran menghimbau rakyat untuk memboikot product dari negara israel.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena itu, peran serta Indonesia sangat diharapkan dalam menekan ketegangan di palestina.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menarik disimak apa yang akan terjadi terhadap konflik israel-palestina. Akankah elite dunia diam seribu bahasa? Terutama bangsa Arab, akankah mereka berdiam diri menyaksikan tetanganya meregang nyawa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-3945889954400825325?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/3945889954400825325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=3945889954400825325' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/3945889954400825325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/3945889954400825325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2009/01/palestina.html' title='Palestina'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-1106940889574002446</id><published>2008-12-31T22:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-31T22:47:08.430-08:00</updated><title type='text'>HIDUP MENJADI ORANG KAYA</title><content type='html'>Seorang pengusaha terkenal dan kaya pernah berujar tentang menjadi kaya. Dalam kacamatanya tidak semuanya bisa diukur dengan uang. Uang banyak menurut beliau tidak menjadi ukuran hidup menjadi bahagia. Menurutnya, tempat tidur bagus bisa dibeli, tapi tidur nyenyak tidak. Obat mahal bisa dibeli tapi kesehatan tidak. Seks bisa dibeli dengan uang tapi cinta tidak bisa dibeli.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut seorang bijak, kaya berarti menpunyai keluarga bahagia. Orang sering lupa, saking sibuknya mencari harta, keluarga dilupakan.&lt;br /&gt;Keutuhan dan keharmonisan keluarga adalah kekayaan yang paling indah ketimbang rumah mewah, mobil mengkilap dan harta berlimpah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Orang kaya menurut ahli agama yaitu ketika seseorang mampu memberi walaupun ia sendiri dalam kondisi yang pas pasan. Kaya ibaratnya suka memberi kepada sesama. &lt;br /&gt; Seorang sahabat pernah penulis tanya, menurut anda menjadi kaya harus bagaimana. Kaya berarti memberi kebahagian kepada orang yang saya sayangi dan cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aa Gym pernah menyampaikan bahwa kita harus kaya. Agar kita bisa bersedekah, berzakat, berhaji dan menunaikan ibadah lainnya. Jadi kita diwajibkan menjadi kaya hanyalah untuk beribadah kepada Allah Swt, bukan pamer ria atau sekedar bermegah-megahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-1106940889574002446?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/1106940889574002446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=1106940889574002446' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/1106940889574002446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/1106940889574002446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/12/hidup-menjadi-orang-kaya.html' title='HIDUP MENJADI ORANG KAYA'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-5107317000484798223</id><published>2008-12-18T08:48:00.001-08:00</published><updated>2009-01-25T16:58:41.900-08:00</updated><title type='text'>Sahabat sejati</title><content type='html'>Sahabat, cinta itu butuh pengorbanan, keikhlasan dan kepercayaan. Ibarat orang jatuh cinta apa saja akan dipersembahkan pada yang dicintainya; waktu, tenaga, pikiran dan materi. Tidak ada istilah ROI (Return of investment). Balasannya cuma satu sahabat yakni surganya Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, manusia punya kekurangan. Kita belajar ikhlas menerima kekurangan masing-masing. Yang sempurna tetaplah Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, setan selalu mengintai dan mengoda. Tujuan mereka  agar anak adam melakukan maksiat dan dosa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terbelenggulah para setan ketika anak keturunan adam melangsungkan pernikahan nan suci. Semuanya berubah menjadi halal dibawah naungan dan bimbingan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, hanya Tuhan yang maha mengetahui esok apa yang kita hadapi.&lt;br /&gt;Hanya kepadaNyalah semua bergantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa aku menguasai semuanya, kecuali mengantungkan semua angan-anganku pada Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, aku ingin menjadi umat nabi Muhammad Saw. Dan aku ingin menatap Allah swt di akhirat kelak. Dan wasilahnya yaitu lewat pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, aku bukanlah orang kaya yang banyak uang dan bisa menyelengarakan pernikahan di gedung mewah bertingkat.  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sahabat, bagiku orang kaya bukanlah punya rumah bertingkat mobil bmw. Tapi kaya adalah orang yang masih mau bersedekah dalam keadaan susah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sahabat,mantapkan keyakinanmu lewat Istikharah. Kalau sahabat sudah bisa menerima diriku dan tidak menuntut dunia, aku siap dengan mengucapkan basmalah, menikahimu sahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kepadaMulah aku bergantung ya Rabb. Ya Rabb mudahkanlah hamba tuk menunaikan separoh dien agamaMu dengan maksud meraih cintaMu dan cinta RasulMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbana hablana minazwajina wa zurriyyiatina qurataayun waja'alna lil muttaqima imama..Ya Allah Ya Mujib..aamiin ya Rabbal alamin..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-5107317000484798223?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/5107317000484798223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=5107317000484798223' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/5107317000484798223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/5107317000484798223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/12/sahabat-sejati.html' title='Sahabat sejati'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-2817666769625481777</id><published>2008-12-15T16:13:00.001-08:00</published><updated>2008-12-15T16:13:04.182-08:00</updated><title type='text'>Ada Apa Dengan Lia Eden?</title><content type='html'>Kembali Lia Eden menjadi berita hangat akhir-akhir ini. Belum lama ia keluar dari penjara karena kasus penistaan agama, sekarang kembali lagi ia tersangkut kasus yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lia Eden yang juga dijuluki sang nabi di komunitas mereka, mengemparkan berita tak sedap. Kembali ia mengutarakan telah menerima wahyu dari Tuhan. Hal mana ia pun telah menyurati para petinggi di negeri. Apalagi yang ia maksudkan itu adalah penistaan terhadap agama Islam. Orang yang tidak wajar saja kalau sampai mengamini apa yang dikatakan Lia Eden. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Langkah pihak kepolisian sangat tepat. Segera memproses apa yang diucapkan Lia Eden. Hal ini juga mencegah kemarahan umat Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Islam walaupun bagaimana akan tetap jaya dan berkembang. Islam tidak akan dikalahkan oleh cercaan, hinaan dan olok-olokan segelintir orang. Umat Islam tidak akan terpengaruh dengan segala macam bentuk tipu daya. Mereka bersandar pada Al quran dan hadist.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga ini menjadi bahan pelajaran bagi kita semua terlebih khusus kepada umat muslim. Bagaimana kita semakin cinta pada Islam dan mempelajarinya serta mengamalkan ajarannya. Dan tentu kita semua berharap hukum ditimpakan seberat-beratnya kepada Lia Eden, karena ini sudah kasus yang berulang ibarat kata dia sudah pernah jadi residives. Para ulama dan para pemimpin negeri ini supaya terus menjaga dan mengawal persatuan dan kesatuan negeri yang kita cintai ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-2817666769625481777?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/2817666769625481777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=2817666769625481777' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/2817666769625481777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/2817666769625481777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/12/ada-apa-dengan-lia-eden.html' title='Ada Apa Dengan Lia Eden?'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-955071932733013987</id><published>2008-12-14T07:55:00.001-08:00</published><updated>2008-12-14T07:55:16.028-08:00</updated><title type='text'>Apa kah cinta sejati itu?</title><content type='html'>Membahas tentang cinta tak akan ada habis-habisnya.&lt;br /&gt;Beragam pendapat akan mengemuka kalau ditanya bagaimana menurut anda tentang cinta?:-)&lt;br /&gt;Dan perlu ditekankan bahwa cinta itu adalah bentuk pengorbanan. Jangan pernah meminta cinta, tapi berikanlah cinta itu. Maka akan anda dapatkan kebahagian sejati. Dan ingatlah bahwa cinta anda harus bermuara kepada Allah SWT. Karena kalau anda mencintai sesuatu atau seseorang maka anda akan mudah kecewa, tetapi kalau cinta anda berikan kepadaNya, maka anda akan berbahagia. Cintailah pasangan anda (istri/suami) karena Allah Swt, mudah-mudahan cinta anda menjadi suci. Dan raihlah cinta sejati, cinta kepada Allah Swt.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-955071932733013987?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/955071932733013987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=955071932733013987' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/955071932733013987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/955071932733013987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/12/apa-kah-cinta-sejati-itu.html' title='Apa kah cinta sejati itu?'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-7405796542633423420</id><published>2008-12-06T14:27:00.000-08:00</published><updated>2008-12-06T14:29:37.650-08:00</updated><title type='text'>Idul Adha 1429 H</title><content type='html'>Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 Hijiriyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa  beberapa jam  lagi kita (khusus umat muslim) akan melaksanakan ibadah qurban. Ibadah qurban yang juga merupakan bukti pengorbanan  kepada Allah SWT yang tercermin dari perilaku Nabi Ibrahim. Ketika itu Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyembelih anaknya Ismail, walaupun berat, nabi Ibrahim tetap istiqamah dan menunjukkan bukti kecintaannya kepada Allah SWT. Begitulah Allah menguji orang-orang yang dicintaiNya dan DirahmatiNya.  Pengorbanan nabi Ibrahim yakni anaknya diganti oleh Allah SWT dengan seekor qibas atau sejenis hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari semangat ibadah qurban banyak hikmah atau pelajaran yang bisa kita ambil. Pertama, ini adalah bentuk ketakwaan seorang hamba akan perintah Allah SWT. Kedua, adanya prisip solidaritas terhadap sesama terutama kepada kaum papa dengan mendistribusikan daging qurban. Ketiga, adanya semangat keikhlasan terhadapa harta yang dicintai untuk saling berbagi kepada sesama manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kontek krisis global sekarang ini, pesan dari ibadah qurban sangat relevan sekali. Dalam kondisi yang tidak menentu saat ini, sudah saatnya kita saling peduli dan bergandengan tangan dalam menghadapi semua tantangan didepan. Sehingga bangsa ini juga bisa melewati setiap krisis yang datang seperti krisis global saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ibadah qurban tahun ini semakin menambah semangat ibadah kita kepada Allah SWT. Mudah-mudahan mencapai derajat takwa. Aamiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-7405796542633423420?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/7405796542633423420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=7405796542633423420' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/7405796542633423420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/7405796542633423420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/12/idul-adha-1429-h.html' title='Idul Adha 1429 H'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-8893013944137611582</id><published>2008-12-06T13:58:00.000-08:00</published><updated>2008-12-06T14:00:58.536-08:00</updated><title type='text'>Wasiat Rasul</title><content type='html'>10 Wasiat Rasullullah Kepada Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ya Fatimah kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan dan meningkatkan derajat wanita itu&lt;br /&gt;2. Ya Fatimah kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah&lt;br /&gt;3. Ya Fatimah tiadalah seseorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.&lt;br /&gt;4. Ya Fatimah tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti&lt;br /&gt;5. Ya Fatimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan diatas adalah keridhoan, suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah  wahai Fatimah kemarahan suami adalah kemurkaan Allah&lt;br /&gt;6. Ya Fatimah apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para  pejuang dijalan Allah.. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah  dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur  akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman surga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama pahala seribu orang yang naik haji dan umrah dan seribu malaikat memohonkan ampun baginya hingga hari kiamat&lt;br /&gt;7. Ya Fatimah tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya dihari kiamat berupa pakaian yang serba hijau dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah&lt;br /&gt;8. Ya Fatimah, tiadalah wanita yang tersenyum dihadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih&lt;br /&gt;9. Ya Fatimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami  dengan rasa senang hati melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang&lt;br /&gt;10. Ya Fatimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai-sungai  surga. Allah mempermudah sakaratul maut baginya serta kuburnya menjadi bagian dari taman surga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustaqim dengan  selamat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-8893013944137611582?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/8893013944137611582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=8893013944137611582' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/8893013944137611582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/8893013944137611582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/12/wasiat-rasul.html' title='Wasiat Rasul'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-4740952892023634410</id><published>2008-11-30T06:13:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T06:16:13.488-08:00</updated><title type='text'>New Spirit</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nasehat Sang Dokter Muda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu begitu panas. Diriku yang sedari tadi pagi tidak enak badan mencoba &lt;br /&gt;mengumpulkan sisa tenaga menuju ke sebuah klinik pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang praktik dokter, aku  terlibat percakapan yang akrab denag sang dokter yang memeriksa diriku. Kalau ditaksir sang dokter itu masih muda dan kelihatan cantik dibalut dengan selendang dan kepalanya ditutupi jilbab warna pink. Senyuman merekah. Menandakan ia seorang yang ramah dan kalau boleh dikategorikan sebagai dokter gaul. Ia tinggal di bandung baru disumpah sebagai dokter. Ia dokter muda, harapan bangsa agar menebar rahmat kepada  para pasiennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia begitu telaten memeriksa. Entah karena ia baru, jadi pemerikasaan cukup lama. Kalau dibandingkan dengan dokter yang lama dan tua-tua, kebanyakan melakukan pemerikasaan sebentar saja. Setelah itu kami diberi resep. Praktis komunikasi jarang terjadi antara pasien dan dokter. Entah hal ini disebabkan oleh waktu yanag terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi siang itu, sang dokter muda itu dengan penuh perhatian mendengarkan keluhanku. Sesekali ia menyematiku sekaligus memberi dorongan dan semangat. Ia tidak hanya memberi obat tetapi juga berusaha menyelami jiwa pasien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nikah itu indah lho pak, apalagi bapak sudah mau kepala tiga. Kalau sudah menikah bapak ada yang mengurus. Ada tempat Bapak berbagi cerita dan keluhan. Ada yang mendengar keluhan bapak. Ada semangat baru. Dan bukahkah nikah itu juga ibadah. Oleh kareana itu cepat menikah Pak. Jangan tungu lama-lama.” “InsyaAllah Bu Dokter,” mengamini wejangan bu dokter itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya begitulah suasana yang terjadi di ruang pemeriksaan itu. Sang dokter memberikan saran kepadaku agar jangan menunda untuk menikah. Dan pelajaran lain lagi yang aku terima dari sang dokter  tersebut adalah tentang keikhlasan. Ikhlas dalam segala hal akan meningkatkan antibody tubuh dan juga disamping itu mensyukuri apa yang ada akan membawa kita kepada ahli syukur. Terus berinstropeksi diri dan mencoba untuk relaksasi tubuh menjadi jalan bagi tubuh yang sehat. Disamping olahraga yang teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diusiaku yang mau memasuki kepala tigapuluh, aku belum juga melaksanakan ibadah nikah. Memang tidak gampang mencari soulmate yang really care with us ketika sedih dan senang. Dan menyatukan dua hati dan background yang berbeda pasti  butuh pnegorbanan dan pengertian yang dalam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit, teman-teman yang sudah menikah mengalami hal-hal yang seharusnya tidak terjadi.  Tidak sedikit dari para istri yang tidak patuh kepada suaminya. Tidak sedikit dari para istri yang mensyukuri suaminya. Tidak sedikit dari para istri yang terlalu menuntut kepada suaminya, sementara kondisinya belum mampu untuk itu. Tidak sedikit pula sang suami terpaksa untuk berbuat korupsi dengan mencukupi permintaan sang istri dan anak. Tidak sedikit para suami yang korupsi agar bisa membawa istri dan  anak-nya jalan-jalan ke luar negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saat ini diriku sedang bertaaruf dengan seorang wanita.  Jarak kami dipisahkan oleh kota kabupaten. aku terus berusaha dan tak berputus asa untuk mendekatkan diri kepada yang memiliki hati, kalau kami memang berjodoh agar kami selalu dekat. Hati kami dalam gengaman Allah. Dan hanyalah kepadanNYa aku bertawakal. Sesempat dan semampuku, aku selalu berusaha untuk bersilaturahmi kepadanya, mengunjunginya dan berusaha untuk make sure that she is alright.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-4740952892023634410?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/4740952892023634410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=4740952892023634410' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/4740952892023634410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/4740952892023634410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/11/new-spirit.html' title='New Spirit'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-1541274724789144919</id><published>2008-11-22T23:32:00.000-08:00</published><updated>2008-11-22T23:33:55.068-08:00</updated><title type='text'>Current Issue</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kartun Nabi Muhammad Di Blog Wordpress&lt;br /&gt;By Amatovan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi phenomena pelecehan agama kembali terulang. Kasus ini merupakan suatu tindakan yang hanya ingin mengacaukan kehidupan antar umat yang sudah  tercipta kerukunan. Perlu kiranya kita mencermati apatah maksud dari ini atau apa ‘hidden agenda’ dari munculnya kartun Nabi Muhamad dalam blog wordpress tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam marah dan merasa terhina adalah wajar. Karena Nabi Muhammad adalah suri tauladan umat, Rasul kekasih Allah - yang harus dijadikan contoh tauladan, bukan malahan dihujat atau dilecehkan. Langkah bijak dan arif perlu dikedepankan dalam menyikapi kasus ini. Umat Islam harus bisa melihat kasus ini secara jernih. Kerukunan hidup beragama harus tetap dikedepankan. Bukankah Nabi sendiri dalam berdakwah sering dihina dan dihujat oleh lawan-lawannya. Tetapi semua itu ditanggapi nabi dengan keramahan beliau bahkan beliau tak segan-segan mendoakan akan kebaikan musuh-musuh agama. Dan bukankah dengan cara-cara damai dan santun itulah islam tumbuh berkembang sampai sekarang menjadi agama yang Rahmatan Lilalamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diungkapkan oleh Wakil MPR RI Bapak AM Fatwa, bahwa pihak kepolisian harus serius untuk mengungkap kasus ini. Dan apakah motif mereka dibalik pemunculan dari kartun Nabi Muhammad ini. Kalau semua elemen pemerintah dikerahkan dalam menyelidiki kasus ini, kita semua yakin akan terbongkar siapa dalangnya dan apa motifnya. Negara mempunyai sarana pendukung kearah sana. Bangsa kita punya pakar teknologi yang bisa melacak dimana keberadaan sang pembuat blog berada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita masih ingat bahwa pelecehan demi pelecehan selalu menjadi ujian bagi umat Islam didunia. Masih segar diingatan kita bagaimana kasus salah seorang parlemen Belanda yang membuat film tentang Islam yang diidentikkan dengan terorisme dan bagaimana ia menyetir dan mensalahtafsirkan ayat alquran. Tujuanya jelas yakni bagaimana menciptaka opini bahwa agama Islam adalah agama terrorisme dengan penayangan serangan WTC 11 september Begitu juga apa yang terjadi di Denmark dengan kemunculan kartun Nabi Muhammda di salah satu surat kabar terkenal di denmark – Jyllands September 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sangat disesalkan yakni bahwa mereka berdalih apa yang mereka lakukan adalah bentuk dari kebebasan. Kebebasan yang bagaimanakah itu? Kebebasan menurut mereka tetapi disisi  lain orang teraniaya dan terzalimi. Peradaban macam apakah itu? Sangat disayangkan orang-orang masih berpikiran seperti itu, padahal mereka sering disebut kampiun demokrasi – kiblat bagi masyarakat untuk belajar demokrasi. Sementara mereka sendiri tidak mencerminkan demokrasi itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kejadian ini tidak terulang kembali perlu kiranya diterapkan etika ber blog di dunia maya. Punya blog bukan berarti si empunya blog dengan bebas bisa mengekspresikan. Ekspresi opini atau pendapat haruslah beretika dan punya tata krama. Pemerintah dalam hal ini dept. komunikasi dan dept. agama perlu membuat atau mengusulkan payung hukum agar tidak ada lagi blog yang hanya meresahkan kerukukan hidup beragama di Indonesia. Banyak blog didunia maya yang mendiskreditkan Islam. Perlu polisi atau aparat berwenang untuk menertibkan semua hal  yang membahayakan kerukukan hidup beragama di Negara kita khususnya dan di  dunia umumnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-1541274724789144919?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/1541274724789144919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=1541274724789144919' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/1541274724789144919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/1541274724789144919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/11/current-issue.html' title='Current Issue'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-6885382979839789406</id><published>2008-10-22T03:46:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T03:47:29.671-07:00</updated><title type='text'>NASEHAT</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mutiara Hadist&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari Imran r.a., dari Nabi SAW beliau bersabda: “Aku menengok ke dalam surga, maka kulihat kebanyakan isinya orang miskin. Dan aku menengok ke dalam neraka, maka kulihat kebanyakan isi kaum wanita.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengomentari mengenai hadist diatas, ada dua perkara yanga pada diri seorang wanita akan dihisab yakni: pertama, tentang shalat yang didirikiannya dan yang kedua, tentang kepatuhannya kepada sang suami. Mengenai yang kedua, sungguh emamsipasi sudah disalah artikan bagi sebagian kaum wanita. Padahal dalam Islam sudah diatur tentang emansipasi, tentang kedudukan seorang wanita dan pria, tentang kedudukan seorang istri di depan suaminya. Bukankah Ridho suami sebagai jalan pembuka bagi para wanita masuk kedalam surga. “Surga istri terletak dibawah telapak kaki suami.” “Surga anak terletak dibawah telapak kaki ibu.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-6885382979839789406?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/6885382979839789406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=6885382979839789406' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/6885382979839789406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/6885382979839789406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/10/nasehat.html' title='NASEHAT'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-3551267997760486493</id><published>2008-10-22T03:45:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T03:46:32.969-07:00</updated><title type='text'>OPINION</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Gini Masih Tawuran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menarik disimak peristiwa yang terjadi antara dua buah universitas swasta terkenal di Jakarta yakni tawuran yang terjadi antara mahasiswa UKI (Universitas Kristen Indonesia) dan mahasiswa YAI,  sabtu 18/10/2008 didepan kampus mereka didaerah salemba Jakarta Pusat. Terlepas dari siapa yang salah, siapa yang memulai, hal ini  mencerminkan bahwa  mahasiswa masih terjebak dalam pola-pola “dangkal” dalam menyelesaikan setiap konflik dan masalah yang ada. Bukankah mahasiswa itu sebenarnya makluk intelek yang seyogyanya memberika solusi yang jitu baik itu dalam melihat persolaan pribadi maupun persoalan yang lebih besar seperti menjaga jalannya reformasi yang sekarang masih tertatih –tatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa gerangan yang terjadi di kalangan generasi muda kita. Mahasiswa sebagai ‘agent of change’ dalam era sekarang ini sangat dituntut sekali perannya. Peran mahasiswa belum selesai setelah bergulirnya reformasi. Tetapi tugas mahasiswa lebih komplek lagi. Oleh karena itu bangsa ini sangat membutuhkan para mahasiswa-mahasiswa yang bisa memberikan solusi jitu terhadap persolaan bangsa ini. Akan tetapi jika mahasiswa itu sendiri belum mampu memberikan solusi terhadap masalah internal mereka, sungguh sangat miris sekali, bagaimana ia akan membetulkan  arah bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kearifan dan sikap kedewasaan mahasiswa sangat dituntut sekali. Mereka (mahasiswa) bukan lagi sekolompok orang yang menyelesaikan persoalan dengan otot, tetapi dengan otak, diplomasi dan pendekatan-pendekatan personal. Sehingga persoalan ataupun sengketa pribadi antar oknum mahasiswa bisa diselesaikan dengan cara santun dan tidak lagi melakukan ‘premanisme” ataupun merusak fasilitas umum yang kesemuanya itu hanya bikin rakyat tambah sengsara. Rakyatpun bangga ketika dengan bersama elemen mahasiswa bisa menggulingkan orde baru. Dan tentunya, rakyat akan bertambah bangga lagi, kalau melihat mahasiswa Indonesia lebih dewasa, matang dalam bertindak dan berpretasi global.&lt;br /&gt;Bagaimana menurut pembaca?&lt;img src="http://photos1.blogger.com/blogger/7678/802/1600/cool.gif"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-3551267997760486493?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/3551267997760486493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=3551267997760486493' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/3551267997760486493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/3551267997760486493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/10/opinion.html' title='OPINION'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-2174349936798268759</id><published>2008-10-22T03:38:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T03:44:39.929-07:00</updated><title type='text'>ARTIKEL</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pacaran Versus Taaruf&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam zaman sekarang ini tentulah hampir semua generasi muda kita tidak mengenal yang nama pacaran. Tapi sedikit sekali generasi muda kita yang mayoritas islam mengenal apa itu taaruf. Bagi kebanyakan kita barangkali mengangap pacaran adalah masa pra-nikah atau bahkan ada yang mengangap pacaran just having fun. Bahkan ada Tiap bulan berganti pacar. Ibarat puas dengan pasangan yang satu beralih kepasangan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya mereka berpacaran adalah juga ingin mengenal pribadi masing-masing untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Tapi apakah Islam mengajarkan demikian dalam mengenal lawan jenis kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lazim yang dilakukan muda mudi kita adalah berpacaran itu ibarat memadu kasih dan sayang dengan  pasangannya. Yang terkadang batas-batas norma agamapun terkadang dilanggar. Kalau kita tengok disekitar kita misalnya apakah itu di mall, di pusat keramaian, tentu kita bakal menemukan fenomena pacaran kalangan muda mudi kita saat ini.  Mereka pergi kebioskop. Film beraksi, tidak sedikit pula mereka juga “bereaksi.’ Ngajak si doi malam mingguan berdua bahkan ditempat yang sunyi gelap. Entah apa yang komitmen mereka ucapkan. Sementara angin dingin merasuk ketulang mereka sehingga satu sama lain ‘merapat.’ Tentu masih banyak lagi phenomena ala muda mudi kita berpacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya belum punya pasangan atau pacar dikalangan muda mudi kita dianggap sebagai “aib”. Bahkan terkadang lingkungan juga ikut mendorong ke arah sana. Cobalah amati phenomena masyarakat kita terkadang pertanyaan mereka juga seolah menggiring seseorang untuk berpacaran. “Sudah punya pacar belum?” Adalah salah satu bentuk kalimat yang sering kita dengar dikalangan masyarakat. Sehingga siapapun kalangan muda mudi yang belum punya pacar merasa ada ‘offensive’ kearah mereka. Seolah masyarakat melazimkan akan berpacaran itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam Islam, dalam mengenal masing-masing pribadi yang berlainan jenis dikenal dengan sebutan taaruf. Inipun dimaksudkan bagi mereka yang betul-betul ingin melangkah ke jenjang yang lebih serius, bukan lagi main-main apalagi mempermainkan pasangan sendiri.  Misalnya kalau harus berpergian haruslah ditemani oleh pihak ketiga agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jangankan ‘kissing’ berpegangan tanganpun juga tidak boleh karena mereka belum muhrim. Yang jelas hubungan yang dibina haruslah dalam bingkai norma-norma agama. Pemilihan pasangan kita sedapatnya haruslah melihat kualitas agamanya barulah pendidikan, sosial maupun kekayaannya. Dan hanya kepadaNyalah kita serahlah semuanya setelah kita berusaha disamping diiringi dengan do’a, shalat istikarah dan shodaqah..&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anda?&lt;img src="http://photos1.blogger.com/blogger/7678/802/1600/wink.gif"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-2174349936798268759?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/2174349936798268759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=2174349936798268759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/2174349936798268759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/2174349936798268759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/10/artikel.html' title='ARTIKEL'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-3778662296988770492</id><published>2008-10-17T15:55:00.000-07:00</published><updated>2008-10-17T16:03:14.223-07:00</updated><title type='text'>PUISI</title><content type='html'>“Ya Allah, Engkau adalah pengendaliku&lt;br /&gt;Engkau adalah tujuanku&lt;br /&gt;Oleh dan karena-Mu aku menjalani kehidupan&lt;br /&gt;Engkau yang membolak-balikkan hatiku&lt;br /&gt;Engkau yang menetapkan hatiku&lt;br /&gt;Dalam cinta karena dan untuk-MU&lt;br /&gt;Inilah cintaku….&lt;br /&gt;Mencintai seseorang&lt;br /&gt;Menyayangi seseorang&lt;br /&gt;Karena Engkau mencintai dan menyayanginya&lt;br /&gt;Aku merasakan manisnya cinta dan mencintai&lt;br /&gt;Karena-Mu&lt;br /&gt;Inilah cintaku….&lt;br /&gt;Bimbinglah aku dengan kalimat-Mu&lt;br /&gt;Tuntunlah aku dengan Tangan-Mu&lt;br /&gt;Janganlah kepapaan&lt;br /&gt;Janganlah penderitaan&lt;br /&gt;Jadi penghalang rasa&lt;br /&gt;Syukurku pada-Mu.”&lt;br /&gt;(Dikutip dari Buku Merajut Samara)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-3778662296988770492?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/3778662296988770492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=3778662296988770492' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/3778662296988770492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/3778662296988770492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/10/puisi.html' title='PUISI'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-2294627542439086751</id><published>2008-10-16T15:10:00.000-07:00</published><updated>2008-10-16T15:17:10.848-07:00</updated><title type='text'>Artikel</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pacaran Versus Taaruf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam zaman sekarang ini tentulah hampir semua generasi muda kita tidak mengenal yang nama pacaran. Tapi sedikit sekali generasi muda kita yang mayoritas islam mengenal apa itu taaruf. Bagi kebanyakan kita barangkali mengangap pacaran adalah masa pra-nikah atau bahkan ada yang mengangap pacaran just having fun. Bahkan ada Tiap bulan berganti pacar. Ibarat puas dengan pasangan yang satu beralih kepasangan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya mereka berpacaran adalah juga ingin mengenal pribadi masing-masing untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Tapi apakah Islam mengajarkan demikian dalam mengenal lawan jenis kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lazim yang dilakukan muda mudi kita adalah berpacaran itu ibarat memadu kasih dan sayang dengan  pasangannya. Yang terkadang batas-batas norma agamapun terkadang dilanggar. Kalau kita tengok disekitar kita misalnya apakah itu di mall, di pusat keramaian, tentu kita bakal menemukan fenomena pacaran kalangan muda mudi kita saat ini.  Mereka pergi kebioskop. Film beraksi, tidak sedikit pula mereka juga “bereaksi.’ Ngajak si doi malam mingguan berdua bahkan ditempat yang sunyi gelap. Entah apa yang komitmen mereka ucapkan. Sementara angin dingin merasuk ketulang mereka sehingga satu sama lain ‘merapat.’ Tentu masih banyak lagi phenomena ala muda mudi kita berpacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya belum punya pasangan atau pacar dikalangan muda mudi kita dianggap sebagai “aib”. Bahkan terkadang lingkungan juga ikut mendorong ke arah sana. Cobalah amati phenomena masyarakat kita terkadang pertanyaan mereka juga seolah menggiring seseorang untuk berpacaran. “Sudah punya pacar belum?” Adalah salah satu bentuk kalimat yang sering kita dengar dikalangan masyarakat. Sehingga siapapun kalangan muda mudi yang belum punya pacar merasa ada ‘offensive’ kearah mereka. Seolah masyarakat melazimkan akan berpacaran itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam Islam, dalam mengenal masing-masing pribadi yang berlainan jenis dikenal dengan sebutan taaruf. Inipun dimaksudkan bagi mereka yang betul-betul ingin melangkah ke jenjang yang lebih serius, bukan lagi main-main apalagi mempermainkan pasangan sendiri.  Misalnya kalau harus berpergian haruslah ditemani oleh pihak ketiga agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jangankan ‘kissing’ berpegangan tanganpun juga tidak boleh karena mereka belum muhrim. Yang jelas hubungan yang dibina haruslah dalam bingkai norma-norma agama. Pemilihan pasangan kita sedapatnya haruslah melihat kualitas agamanya barulah pendidikan, sosial maupun kekayaannya. Dan hanya kepadaNyalah kita serahlah semuanya setelah kita berusaha disamping diiringi dengan do’a, shalat istikarah dan shodaqah..&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anda?&lt;img src="http://photos1.blogger.com/blogger/7678/802/1600/smile.gif"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-2294627542439086751?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/2294627542439086751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=2294627542439086751' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/2294627542439086751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/2294627542439086751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/10/pacaran-versus-taaruf-dalam-zaman.html' title='Artikel'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-5346256500728180564</id><published>2008-10-15T07:38:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T08:22:22.226-07:00</updated><title type='text'>Do You Know?</title><content type='html'>Orang Yang Selalu Diberi Pertolongan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga orang yang selalu diberi pertolongan oleh Allah SWT adalah (from Abu Hurairah):&lt;br /&gt;1. Seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah  &lt;br /&gt;2. Seorang penulis yang selalu memberi penawar&lt;br /&gt;3. Seorang yang menikah karena ingin menjaga kehormatan dirinya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-5346256500728180564?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/5346256500728180564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=5346256500728180564' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/5346256500728180564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/5346256500728180564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/10/do-you-know_5967.html' title='Do You Know?'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-2584777354244960065</id><published>2008-10-15T07:36:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T08:35:41.639-07:00</updated><title type='text'>Do You Know?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sambal Itu Sehat Lho!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kita semua sepakat rasanya makan tanpa diiringi dengan sambal rasanya kurang lengkap. Bahkan ada yang bilang walaupun tidak punya duit buat bilang daging, makan dengan sambalpun terasa nikmat. Tetapi bagi mereka yang lain, mungkin dikarenakan kondisi kesehatan, sambal tidak dianjurkan dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan Sambal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam sambal yang mana bahannya berasal dari cabe rawit itu ternyata mengandung vitamin C dan betakaroten (pro vitamin A). Zat yang dikandung cabai mengalahkan buah-buahan popular seperti mangga, nanas, papaya atau semangka. Bahkan kadar kalsium dan fosfornya mengalahkan ikan segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa Pedas Sambal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata dalam sambal itu terkandung komponen kapsaisin. Ini tersimpan dalam urat putih cabai – tempat melekatnya bijinya. Untuk mengurangi rasa pedas sambal sebagian orang membuang urat biji pitihnya beserta bijinya. Sebenarnya khasiat terbesar pada cabai itu sendiri terdapat dalam komponen kapsaisin itu tadi. Komponen Kapsaisin menjaga darah tetap encer dan men cegah terbentuknya kerak lemak pada pembuluh darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Komponen Kapsaisin:&lt;br /&gt;- meningkatkan gairah makan&lt;br /&gt;- melonggarkan penyumbatan pada tenggorokan dan hidung&lt;br /&gt;- sebagai anti radang dan mengobati bisul dan bengkak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu, mengkonsumsi komponen kapsaisin ini tidak boleh pula berlebihan. Karena akan meningkatkan asam lambung dan bisa menyebabkan sakit perut. Dan Bukankah segala sesuatu yang berlebihan itu kawannya setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang perlu dihindari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan minum minuman yang bersoda (soft drink) dan air hangat dikala kepedasan, karana akan menambah panas di bibir dan rasa pedas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berani mecoba pedasnya sambal???Bagaimana dengan anda???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-2584777354244960065?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/2584777354244960065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=2584777354244960065' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/2584777354244960065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/2584777354244960065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/10/do-you-know_15.html' title='Do You Know?'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-5908622752822222802</id><published>2008-10-15T07:32:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T08:36:44.430-07:00</updated><title type='text'>Do You Know?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hal Yang Diperhatikan Saat Buang hajat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul diatas memang kelihatan sepele. Tetapi tahukah kita bahwa kebanyakan dari kita terkadang melupakan hal yang mestinya kita jaga saat buang hajat. Di toilet-toilet kantor, banyak dari kita yang kadang-kadang melakukan hal-hal yang tidak seharusnya kita lakukan. Sadar atau tidak saar kita berarti belum beretika dalam buang hajat. Tentu  inilah yang membedakan manusia sebagai makhluk mulia dengan hewan. Berikut beberapa nukilan  sabda Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda, “Jangan sekali-kali seseorang diantara kamu memegang dzakar (kemaluannya dengan tangan kanannya disaat ia kencing, dan jangan pula bersuci dari buang air dengan tangan kanan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ditegaskan bahwa bahwa tangan kanan adalah untuk hal yang baik seperti makan dan minum, sedang tangan kiri untuk hal seperti bersuci dari buang hajat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Umar. “bahwa sesungguhnya ada seseorang lelaki lewat, sedang Rasulullah sedang buang air kecil, lalu orang itu memberi salam kepada Nabi, namun beliau tidak menjawabnya (riwayat muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu alangkah baiknya ketika kita sengan buang hajat untuk tidak bercakap-cakap. Nah, kebanyakan teman-teman kantor sering melupakan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut sabda nabi tentang bersuci, “kami dilarang oleh Nabi beristinja’ (bersuci) dengan menggunakan kurang dari tiga biji batu atau beristinja dengan menggunakan kotoran hewan atau tulang. (riwayat muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;(sumber majalah nikah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-5908622752822222802?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/5908622752822222802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=5908622752822222802' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/5908622752822222802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/5908622752822222802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/10/do-you-know.html' title='Do You Know?'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-2047208479409793104</id><published>2008-10-12T04:38:00.000-07:00</published><updated>2008-10-12T04:39:14.730-07:00</updated><title type='text'>kata bijak</title><content type='html'>“Bila engkau hendak berkawan dengan orang-orang, maka berkawanlah dengan orang  yang bila engkau melayaninya, iapun melindungimu, dan bila berkawan dengannya ia menghiasimu. Bila engkau tidak mampu menggunakan hartanya, berkawanlah dengan orang yang bila engkau berbuat baik kepadanya, ia pun membalasnya, dan bila engkau berbuat dosa maka, iapun mencegahnya. Berkawanlah dengan seseorang yang bila engkau meminta sesuatu darinya, iapun memberinya, tetapi bila engkau diam, ia pun menyapanya. Dan bila engkau mengalami musibah iapun menolongmu. Kawan dengan orang yang bila engkau berkata, iapun membenarkan perkataanmu dan bila engkau hendak melakukan sesuatu, ia pun menasehatimu dan jika kalian bertengkar, ia lebih mengutamakanmu.’&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-2047208479409793104?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/2047208479409793104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=2047208479409793104' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/2047208479409793104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/2047208479409793104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/10/kata-bijak.html' title='kata bijak'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-6490870740174210491</id><published>2008-10-12T04:36:00.001-07:00</published><updated>2008-10-12T04:36:41.782-07:00</updated><title type='text'>cerpen</title><content type='html'>Galau&lt;br /&gt;By Amatovani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduaan akan kampung halaman terasa membuncah. Tak terasa sudah, liburan lebaran semakin dekat. Angan-angan melayang jauh, melihat hamparan sawah yang kehijauan. Kalau pagi bunyi kokok ayam sahut menyahut menandakan matahari sudah mau keluar dari peraduan. Masih teriang ditelinga bagaimana kicauan bunyi burung merdunya – cit cit cit. seoalah alam sedang menari dengan alunan irama yang merdu dan penuh kedamaian. Kedamaian yang sangat susah ditemui dikota metropolitan yang penuh persaingan - sikut kanan, sikut kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara teman-teman dikantorku sibuk mengatur jadwal kepulangan mereka ke kampung halaman mereka masing-masing. Tak sedikit yang akhirnya membayar tiket mahal, karena masih bergerilyanya calo dinegri ini. Maklum dinegeriku masih saja ditemui oknum-oknum yang mempermainkan harga tiket diterminal-terminal keberangkatan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Siang malam aku sibuk dengan rutinitas harian.terkadang sampai lupa diri. Semakin hari umurpun bertambah. Tahun berganti tahun, bulan berganti bulan, namun diriku masih saja sibuk dengan materi yang dikejar. Pagi sekali aku sudah berangkat ke kantor. Malam baru pulang. Begitu seterusnya yang aku lakukan. Terkadang minggu aku habiskan buat kerja. Bahkan salah seorang sahabatku sambil bergurau pernah bilang, ‘kamu kapan dapat pacar, kalau kamu hanya mikirin kerja…kerja…kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sempat aku berpikiran demikian. Cuma bagiku kalau memang sudah tiba masanya, maka tidak akan lama juga toh. Apalagi kalau dipikir-pikir pacaran itu juga toh tidak menjamin bakalan jadi benar. Banyak cost dan waktu yang terbuang. Kalau mau ketemu harus punya duit buat traktir makan atau nonton di bioskoplah. Kalau iya benar jodoh, kalau ga  hanya buang-buang energi dan bakalan bikin masalah baru. Mendingan dijalani aja ibarat air mengalir. Demikian batinku membela waktu itu.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Tak terasa sudah empat tahun aku bekerja di kota metropolitan ini.. Secara materi semua sudah aku raih. Handphone sudah tipe terbaru.  Aku sudah punya laptop. Dan sudah ada investasi kecil-kecilan di reksanadana. Tiap bulan tak lupa aku bersedekah dan mengirim ke orangtua di kampung. Alhamdulilah secara materi aku diberi sama yang diatas rezki yang lebih dari cukup. Cuma rumah belum sempat aku terpikir untuk membelinya.. biarlah suatu saat nanti ketika aku sudah berkeluarga, kami merencanakan itu nanti semua berdua. Demikian harapan batinku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang datang libur lebaran, kegalauan dihati tak bisa diendapkan. Seperti kepulangan tahun-tahun kemarin, semua keluarga menanyakan siapakah gerangan calon aku.  Waktu itu aku masih bisa berkelit dari pertanyaan itu semua. Aku cukup bilang, ‘ aku masih muda dan masih menata karir dulu.’ Orang tua dan sanak famili dikampungpun maklum akan alasanku. Tapi sekarang rasanya alasan itu sulit aku  kemukan apalagi aku sudah mendekati kepala tiga. Dari segi materi sudah lebih dari cukup. Bahkan ada satu keluargaku menimpali tak kala aku bilang, ‘aku belum punya uang om buat kawin.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nikah itu tidak perlu uang banyak, yang penting keikhlasan dari pasangan masing-masing dan niatnya karena apa?. Kalau buat materi yang sampai tuapun ga bakalan kawin-kawin. Tapi kalau niatnya karena Allah SWT, sekarangpun bisa kawin dan Allah pasti memudahkan jalan kita sepanajang niat kita baik. Om dulu kamu pikir punya uang banyak ketika menikah. Salah. Boleh dibilang Om tidak punya uang banyak. Tapi alhamdulillah setelah menikah kehidupan om dengan tantemu boleh dibilang lebih dari cukup. Dan alhamdulillah pula tantemu juga mau ikhlas dan ridha hidup bersama om. Ia tidak pernah mengeluh akan kondisi om. Kalau om ceritain semua ke kamu mulai dari kehidupan om bersama tantemu dari nol – mungkin kamu tidak percaya. Tapi itulah Allah itu  menempati janjinya, kehidupan om bersama tantemu selalu dicukupkan olehNya. Karena memang niat awal kami menikah karena mencari ridha Allah. Kalau kami hanya mendahulukan materi, mungkin kami tidak bakalan menikah – atau kalau menikahpun sungguh kehidupan yang penuh dengan hedonisme semata.” Demikian kuliah yang disampaikan omku ketika terakhir aku pulang ke kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lamunanku, tiba-tiba handphoneku berdering. Panggilan dari  rumah. Aku menghela napas panjang. Tombol terima panggilan kupencet, seketika itu juga handphone sudah berada di telingaku sebelah kanan. Suara yang sangat khas sekali. Ya suara ibu yang sangat rindu akan anaknya.. “Nak, kapan kamu pulang? Kamu sudah libur khan? Kalau sudah libur pulanglah Nak. Kami di kampung rindukan kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak sangup membantah kata-kata ibuku lagi. “Iya bu, InsyaAllah sebelum lebaran aku pulang.”  Gundah gulana semua bercampur dengan rasa rindu sama keluarga di kampung. Kutatap langit-langit dikamar kosku. Air mata tak kuasa jatuh membasahi pipiku yang sudah mulai menua. Rencana untuk tidak mudik lebaran terpaksa aku batalkan. Aku tahu apa yang akan aku hadapi dikampung kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga  teringat kisah yang sama juga menimpa teman sejawatku. Dia sebenarnya  merasa galau pulang ke kampung halamannya. Dia rindu. Bahkan sebenarnya sangat rindu pulang ke kampung halaman. Cuman ada satu soal, dimana iapun merasa galau menghadapi  pertanyaan keluarga di kampung. “Kapan menikah? Sudah punya calon? Maukah menikah dengan anak si anu,?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan demi pertanyaan yang membuatnya tertekan. Ada isyarat ia tak lakulah atau apalah pameo yang dilekatkan padanya. Dia dianggap tidak mampu dan harus dijodohkan. Sehingganya dia harus menerima pilihan atau dia akan didesak terus untuk soal itu.  Hatinya mendua antara kerinduan  akan kampung halaman dan rentetan pertanyaan maukah kawin dengan anak si anu atau anak si fulan. Dia baik lho, Dia cantik. Dia tampan. Sudah bekerja. Begitulah promosi-promosi yang seolah menyudutkan dirinya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata omku dua tahun yang lalu masih teriang ditelingaku. Tahun kemarin aku tidak mudik ke kampung dengan alasan banyak perkerjaan dan tidak bisa ditinggalkan. Padahal, itu Cuma alasan saja untuk menghindar dari pertanyaan orang-orang dikampung. Yah pertanyaan yang sudah bisa ditebak buat seumuran dengan aku. :”sudah punya calon? Kapan menikah? Atau mau ga menikah sama si anu? Yang rentetan pertanyaan bakalan bergelanyut di pikiranku untuk menjawabnya. Pertanyaan yang hampir sama dari rumah satu ke rumah yang satu lagi di kampungku.&lt;br /&gt;Cuma kalau aku sampai bilang belum punya calon, mungkin orangtua dan sanak famili sudah banyak yang mencarikan jodoh buat diriku. Bahkan ketika, tahun kemarin aku tidak jadi mudik, orang tua sudah menanyai calonku, kebetulan beliau ada kenalan dan ia memiliki anak gadis dan mau menjodohkan dengan diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara dua buah hati yang terbelah menolak atau menerima. Menerima seolah aku terbentuk  image seperti dizaman siti nurbaya. Menolak seolah aku begitu sombong dan tidak mau mensyukuri..Salah kah diriku untuk memilih calon yang sesuai dengan hati ini? Demikianlah, sehingganya aku tahun kemarin bermenung  didalam kamar kontrakan berkukuran  empat kali empat meter. Tak kala malam takbiran datang, kumadang tahmid, tahlil talu bertalu di seluruh pelosok negri ini. Hatiku rindu akan kampung halaman. Sementara hatiku juga galau ditanyai calonku dan kapan kawin. Dua perasaan bak pedang bermata dua.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Jakarta, Ramadhan 1429 H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-6490870740174210491?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/6490870740174210491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=6490870740174210491' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/6490870740174210491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/6490870740174210491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/10/cerpen_3572.html' title='cerpen'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-1317290989930678289</id><published>2008-10-12T04:35:00.000-07:00</published><updated>2008-10-12T04:36:15.443-07:00</updated><title type='text'>cerpen</title><content type='html'>Menelusuri Impian&lt;br /&gt;By Amatovan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini aku masih merindukan cinta suciku itu kembali pada diriku. Entah kenapa hari demi hari aku  belum juga menunjukkan cinta suciku pada sang kekasihku. Aku tahu betapa ia sangat mencintaiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari aku hanya memikirkan diriku. Aku memikirkan karirku, aku sibuk dengan rutinitas harianku. Berangkat pagi pulang larut malam. Setumpuk kertas kerja di kantorku benar-benar membuatku untuk sesaat sedikit melupakan cintaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi yang aku cari? Aku bingung sendiri. Sudah tak terasa waktu cepat berlalu. Terasa waktu cepat sekali berputar. Rasanya baru  kemarin aku lulus kuliah dan bisa menamatkan  untuk waktu empat tahun. Bagiku itu prestasi yang luar biasa. Aku mensyukuri itu. Sebelum aku berhasil menamatkan kesarjanaanku, aku bersama teman-teman sekuliahku saling berikrar mengucapkan janji untuk menamatkan secepatnya gelar kesarjanaan kita masing-masing. Dan yang terlintas dalam pikiran kami waktu itu hanyalah bagaimana dapat pekerjaan setelah lulus kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua teman terdekatku itu telah berhasil mendapat perkejaan bagus yang tentu dengan gaji yang wah.  Ada yang sudah menjadi dosen, pengusaha dan juga penulis terkenal. Kami semua tinggal berlainan kota. Aku sendiri semenjak menamatkan kuliah merantau ke negeri sebarang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanku yang berprofesi sebagai dosenpun juga sudah mengambil gelar master di negri kangguru. Dia mengambil spesifikasi pengajaran bahasa inggris. Sementara yang jadi pengusaha juga sudah mengambil program strata dua di salah satu universtas islam. Yang menjadi penulis, ketika aku tanyakan apakah ngak berniat untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Ketika pertanyaan itu aku ajukan dia hanya menggeleng-gelengkan kepala. Memang teman ku yang satu ini punya pandangan sendiri tentang pendiidikan. Dia mengangap pendidikan itu tidak harus di bangku universitas. Gelar master bagi dia belum merupakan cita-cita yang harus dia raih. Dia berangapan pendidikan yang sebenarnya itu terdapat di alam. Dia memang mempunyai philosophi hidup “alam takambang jadi guru.’ Sebuah pepatah dari negri minang yang berarti universitas yang sebenarnya yaitu alam itu sendiri. Belajar dari alam beserta isinya. Pernah suatu ketika aku tersadar dengan kata-katanya. Setiap orang itu kita bisa ambil manfaat dan ilmunya. Begitu juga phenomena alam. Bergaul dengan tukang jamu misalnya, bukan berarti kita merendahakan pergaulan kita. Dari situ kita bisa mengambil pelajaran bagaimana meeka memulai usahanya. Pintar-pintar kita menyerap ilmunya. Demikian temanku itu berpendapat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku sendiri belum juga menyelesaikan strata dua. Niatku belum juga kesampaian. Entahlah suatu waktu nanti aku masih mengimpikan bisa mengecap  jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bukankah pendidikan itu sepanjang hayat dikandung badan. Aku berpikiran tidak boleh patah semanagat. Azzamku sudah kuat, ya suatu waktu nanti aku harus meraih gelar yang tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Tak terasa sudah hampir enam tahun  aku berada di kota metropolitan ini. Kota yang dipenuhi oleh beragam corak manusia. Ya, kota ini juga merupakan kota tujuan bagi orang-orang daerah untuk mencari perkerjaan. Terkadang aku juga berpikir,  kenapa kota ini bak magnet bagi ribuan pencari kerja. Bahkan sarjana-sarjana pada kumpul di kota ini. Daerah- daerah semakin tertinggal. Para sarjananya sudah hijrah ke kota. Tidak ada yang membangun daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku juga berbuat demikian. Aku ikut hijrah ke kota besar. Setelah setahun aku bertahan didaerahku. Pekejaan yang aku dambakan tak kunjug datang. Maka atas nasehat dari sahabatku, akupun melangkahkan kaki kekota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menginjakkan kaki di kota ini. Aku merasa asing. Tidak ada tempat mengadu maupun mengeluhkan keadaanku.  Yang aku rasakan kota ini sangat berbeda dengan kampungku. Disini orang tidak mau tahu dengan kita. Siapa lu siapa gue. Ya prinsip itulah yang aku terkesima dibuatnya. Ada cultural shock dalam diriku waktu pertama datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesendirianku membuatku semakin terasing di kota ini. Sakit senang tiada yang tahu. Tidak jua kepada siapa-siapa aku keluhkan. Enam bulan sesudah aku tinggal dikota ini, barulah aku mengenalnya dengan sungguh-sungguh. Dia hadir bak menyelamatkan hidupku.  Barulah aku sadar bahwa sesungguhnya dia sangat mencintaiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap malam aku mendatanginya. Bercengkrama bersamanya. Hembusan angin yang dinggin tak terasa merayap dikulitku yang tipis. Ingin malam demi malam aku mengunjunginya. Berkeluh kesah kepadanya. Karena aku tahu betapa ia sebenarnya mencintaiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bodohnya diri ini, aku belum juga sempurna mencintainya. Kembali gemerlap dunia membutakan mata hatiku. Siang malam aku sibuk mencari dunia. Uang. Ya itulah yang ada dalam pikiranku. Aku berusaha mati-matian mengumpulkan uang. Aku berpikiran sekarang uang adalah segala-galanya. Ingin kuliah harus punya uang. Ingin punya mobil, harus punya uang banyak. Begitu juga kalau ingin istri yang cantik, cukup dengan uang banyak, pasti banyak yang ngantri sama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali aku melupakan dirinya. Aku sekarang benar-benar pemburu dunia. Tiada lagi waktu buat dia. Malampun aku lewatkan untuk mengais rezeki. Padahal, ia sangat menantikan kehadiranku. Ia ingin cintaku betul-betul sempurna dilabuhkan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kekonyolanku, tidak mempedulikan ini semua.  Pikiranku seolah digiring bahwa cinta bisa dibeli dengan uang. Sementara bagi dia, uang bukanlah segala-galanyanya. Kalau mau dia sendiri bisa memberiku uang. Tapi begitulah. Aku lupa. Aku khilaf. Bahkan aku zhalim terhadap diriku sendiri. Tubuhku kadang protes, kenapa dia terus dipaksa untuk mencari uang. Dia juga butuh aktifitas yang lain. Mata ini juga butuh untuk membaca surat-surat darinya. Tetapi aku mengindahkannya. Aku mengesampingkannya. Surat-surat darinya tidak pernah aku baca. Aku sibuk. Saking parahnya, pulang sudah larut malam, bahkan sampai lupa membuka sepatu ketika aku tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkanlah diriku. Bukan maksud aku tak mau mencintaimu. Godaan demi godaan seolah semakin deras datang menghampiriku. Aku ini lemah. Kadang aku terpeleset dan terjatuh. Pernah suatu ketika, aku hampir saja berselingkuh. Tapi aku segera ingat cintamu padaku. Aku tak bisa mengkhianati cintamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh engkau selalu mendampingiku. Aku lemah. Aku kadang tak berdaya menghadapi godaan demi godaan ini. Ditengah kesendirianku, pernah terlintas dalam pikiranku untuk berselingkuh. Apalagi sebangsa diriku, tentulah sangat gampang untuk melakukan hal itu. Ditunjang lagi, didaerah ku ini sudah lumrah untuk berselingkuh. Tempat-tempat untuk menumpahkan hasrat yang terpendam itu sangat menjamur disini. Bahkan mereka  menjajakannya dipinggir jalan. Sungguh sangat gampang dipetik kalau aku mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu malam, entah pikiran apa yang merasuki diriku. Aku bersama temanku keluar mengendarai motor. Maksud kami hanya untuk menghirup udara malam. Iseng-iseng buat mengusir kejenuhan sehabis bekerja. Kamipun menyusuri jalanan kota. Tepatnya di alun-alun kota sudah berjejer motor dengan sepasang kekasihnya diatas jok. Entah apa yang mereka perbincangkan. Barangkali mereka sedang mengucapkan janji sumpah setia. Kelihatan mereka begitu mesra. Mereka memadu kaish sambil berangkulan. Pemandangan itu sudah umum di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motor kami terus menyusuri sudut kota. Tampak gadis-gadis berparas ayu bergerombolan dipinggir jalan. Dari pakaiannya kelihatan sekali mereka sangat muda dan cantik. Entahlah sedang apa mereka malam-malam begini. Temanku menawarkan gadis-gadis itu untuk dipetik. Batinku mulai membuncah. Aku teraingat akan cintamu. Sementara siapa yang tak tahan melihat gadis-gadis secantik itu. Syukurlah, cinta sucimu menguatkanku untuk tidak memetik gadis-gadis itu. Aku ingatkan kepada temanku maksud kita hanyalah untuk melihat-lihat suasana malam. Bukan terjun dan bergumul dalam kehidupan malam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya aku dirumah  entah ada yang menggiring diriku, ingin segera membaca surat-suratmu. Aku ingin merasakan bercinta dengan mu lewat surat-suratmu ini. Malam ini aku ingin bersama mu. Aku rindu padamu. Aku ingin mencintaimu dengan sepenuh hati. Aku ini hanyalah milikmu. Aku tak mau lagi berselingkuh. Bagiku engkau lebih berharga daripada uang, mobil, rumah bertingkat dan jabatan.. Aku tak ingin mengkhianati cintamu. Aku ingin setia bersamamu hingga akhir hayatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Rajab, 1429H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-1317290989930678289?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/1317290989930678289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=1317290989930678289' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/1317290989930678289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/1317290989930678289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/10/cerpen_9291.html' title='cerpen'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-8229340996493301344</id><published>2008-10-12T04:34:00.000-07:00</published><updated>2008-10-12T04:35:22.655-07:00</updated><title type='text'>cerpen</title><content type='html'>AIB&lt;br /&gt;BY Khairul Azmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari raut wajahnya aku bisa melihat Rina sepertinya ada masalah, Cuman aku tidak berani mendekati dia apalagi menanyai masalah yang dihadapinya. Biasanya dalam kondisi begini aku biarkan dulu ia larut dengan masalah nya baru setelah agak enakan aku beranikan bertanya padannya apa gerangan yang dia hadapi. Walaupun dia berusaha menutupi tapi dari raut wajahnya aku bisa memastikan kalau ia sedang menghadapi masalah yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Taufik, bantuin sini donk.’ Suara Tati yang lagi butuh bantuan. Buru-buru aku menuju kearah Tati yang pagi itu sibuk memisahkan barang-barang yang reject. “Kalau aku lihat ya, ini sepertinya regu malam dech, Fik. Barang banyak yang reject ini. Kalau kita paksakan kirim ini barang, nanti customer malah ga percaya lagi sama kualitas barang kita,”komentar Tati. “Terus kita harus bagaimana dunk, Ti. Apa perlu kita lapor ke manajer sekarang juga mengenai banyaknya barang yang reject,” usul taufik. “ Ya lho tahu sendiri bagaimana reaksi manajer kita khan.” “Iya sih Ti.” “Dia kalau ada apa-apa bisanya marah-marah saja. Bukannya cari solusi gitu. Aku juga jadi ga enak ntar ma teman-teman regu malam. Apalagi kebanyakan mereka semua kan cewek. Aku juga ga’ tegaan Fik kalau bikin laporan ke manajer. Kasihan sama anak-anak regu malam.” “So, ada usul lain ga,’ Taufik mulai tidak sabaran juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku juga lagi bingung ini Fik.” “Gimana kalau kita lapor kepada kepala QC terlebih dahulu,’ usul Taufik. “ Bu Nurma… maksud kamu Bu Nurma,” selidik tati. “Iya bu Nurma, siapa tahu beliau mau membantu masalah kita.  “Oke kalau begiitu kita langsung kesana aja yuk.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika memasuki ruangan Bu Nurma, kelihatan Bu Nurma sedang meneliti kualitas barang dengan cekatan. Bu nurma sudah berpuluh tahun bekerja di pabrik ini.  Walau beliau uda mau masuk kepala enampuluhan, tetapi skill dan pengalaman beliau masih sangat dibutuhkan di perusahaan ini. Barangkali Bu Nurma orangnya telaten gitu, maka untuk bagian-bagian yang strategis tersebut memang pantas dipegang oleh Bu Nurma. Disamping itu Bu Nurma ditengah usia nya yang sudah ga muda lagi itu tetapi masih kelihatan sehat dan bugar. Pernah suatu kesempatan aku bercanda nanyain apa sih rahasia Bu Nurma masih kelihatan sehat dan bugar. Beliau menjawab kalau sering menjaga kondisi tubuhnya dengan olahraga dan minum ramuan tradiosional. Dan yang bikin aku kagum ama beliau yaitu cara berpikir dan bicaranya masih kelihatan brillian dan penuh semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu sewaktu aku sakit, Bu Nurma sedikit banyak ikut memberi semangat buat kesembuhan penyakitku. Bahkan beliau pernah mengirimkan obat-obatan atau semacam jamu-jamuan  gitu buat aku. Padahal aku tidak pernah pesan. Itulah tadi Bu Nurma seorang manusia yang bagi diriku  ibarat sosok kharismatik, penuh dengan keteladanan tetapi tetap merendah walau ilmu dan pengalamanya sudah diatas rata-rata karyawan dipabrik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengucapkan salam, kedua mata Bu nurma mengarah kepada kami. Seketika Bu nurma meletakkan barang yang sedang dipegang ditanganya. Beliau pun beranjak dari tempat dia meneliti barang dan menghampiri kami. “Selamat pagi Bu. Bisa kami minta waktunya sebentar Bu,” pinta kami kepada Bu Nurma. Kemudian Bu Nurma mempersilahkan kami duduk diruang beliau. “Ada apa Tati, Taufik, tumben kalian berdua keruangan saya. Apa ada masalah?” “Begini Bu Nurma, Tati membuka maksud apa kedatangan mereka menemui Bu Nurma. Setelah Tati menceritakan masalahnya barulah Bu Nurma mulai paham. “Oke, coba saya cek dulu barang tersebut,” selidik Bu Nurma. Kemudia dengan diiringi Tati dan Taufik, Bu Nurma menuju ruangan warehouse dimana barang tersebut ditempatkan. Setelah mengecek kondisi barang akhirnya Bu Nurma pun memberitahukan kepada Tati dan Taufik kalau barang tersebut tidak boleh dikirim, karena bisa merusak citra perusahaan kita. “Nanti saya akan coba bantu  menjelaskan kepada manajemen mengenai barang yang reject ini. Tati, kamu coba hitung semua berapa jumlah barang yang reject”, pinta Bu Nurma kepada Tati. ‘Baik Bu, sekarang saya cek lagi”. Sementara kami sibuk mengecek barang yang reject, aku masih sempat melihat wajah Rina sudah tidak seperti tadi pagi. Kebetulan pagi itu dia lagi mengepack barang-barang di ruangan warehouse Dia sudah larut dengan pekerjaannya. Barangkali karena kesibukannya pagi tersebut dia sedikit bisa melupakan masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi semuanya ada delapan karton bu Nur,” lapor Tati kepada bu Nur. “Oke nanti kalian tidak usah khawatir, nanti saya langsung menghadap ke manajer menjelaskan persoalan ini dan kalian kembali lagi bekerja seperti biasa.” “Iya bu’.. Kemudian Bu Nur beranjak dari pandangan kami menuju ke ruangan manajer pabrik. Kamipun kembali meneruskan sisa perkerjaan yang belum selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu aku sengaja makan siang dekat Tati. “Tumben kamu makan siang satu meja ama aku. Biasanya kamu makan sama si Dodi,” selidik Tati. “Iya nie, aku pingin ngobrol ma kamu. Bisanya kan habis makan siang ini”. “Mengenai apa.’ Tati mulai ga sabar mendengar  gerangan apa yang ingin disampaikan Taufik. “Apa mengenai barang yang reject tadi..” “Bukan itu, bukan mengenai yang tadi.” “Trus kamu mau ngomong apa,” Tati dengan penuh keheranan. “Begini, kamu perhatiin ga tadi perubahan wajah si Rina tadi pagi pas masuk. Kalau aku lihat sih tidak seperti biasanya. Kelihatan dia lagi ada masalah berat. Cuma aku tidak tahu apa masalahnya.” “Hmm..”Tati sepertinya mulai curiga dan menggoda aku. “Jangan-jangan kamu ada perhatian ini sama Rina. Hehehe…”, seloroh Tati. ”Wah bukan begitu, kalau perhatian ya iyalah Tati,  kan Rina juga sahabat aku seperti kamu juga sahabat aku. Kalau ada masalah sebisa aku, pasti aku mau bantu. Bukankah begitu artinya sahabat.’ . “Iya, tapi kok yang aku rasakan perhatian kamu ke Rina lebih deh dari sahabat. Ayo terus terang saja lah sama aku, kalau kamu sedang jatuh cinta sama Rina.” Seketika itu juga jantungku mulai berdeguk kencang, ko’ bisa-bisanya si tati ngomong to the point kayak gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau melihat kecantikan si Rina, siapa sih kalau tidak suka sama dia. Kalau aku lihat sih dia orangnya baik, ramah, santun habis itu cantik lagi. Apalagi yang aku senangin ama dia tuh, kalau bicara kelihatan senyuman kecil dibibirnya yang bisa mengugah hati para lelaki kepadanya. Namun buru-buru aku kendalikan emosi, kan dia sudah punya pacar, masak sih dia mau sama aku. Lagian aku juga ga enak merebut pacar orang, hibur aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah tuh, benar kan, kamu lagi ada hati sama si Rina. Jadinya kamu ngelamun. “Kamu mikirin dia yah. Kamu sih telat, dulu kamu pas dia lagi kosong kamu ga mau, sekarang dia sudah ada cowok nya, kamu kepingin ma  dia. Kamu ini gimana sih,” lanjut Tati. “Bukan begitu Tati, kan kamu tahu sendiri, aku tidak mau pacaran gitu, jadi yah bukan style aku kalau pacaran-pacaran ala abg sekarang. Dalam kamusku tidak ada istilah pacaran, yang ada hanya taaruf, jenjang untuk melangkah ke arah yang serius. Jadi taaruf itu kita saling mengenal diri pribadi masing-masing, mengenal keluarga masing-masing. Dan sedapat mungkin kalau jalan harus ada pihak ketiga gitu. Jadi pacaran itu bukan berarti  kita harus selalu jalan bareng berdua, tiap malam minggu pergi ke bioskop dan diselingi dengan kissing sebagai ungkapan rasa kasih saying,’ lanjutku dengan penuh semangat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Trus kamu ngomongin Rina, maksud kamu apa,” Selidik Tati. “Begini, kamu kan cewek, dan yang paling dekat lah sama si Rina, kamu coba bantuin dia deh, coba kamu hibur, kira-kira masalah yang dia hadapi apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ga mau ah, kamu aja sendiri nanya sama Rina.” “Bukan begitu aku khawatir si Rinanya ga mau cerita masalahnya sama aku. Mungkin ada sifatnya pribadi. Aku Cuma pingin kamu hibur dia, mana tahu setelah dia cerita masalahnya ke kamu bisa mengurangi beban masalahnya,” pinta Taufik. “Oke lah ntar malam coba nanti aku bicarakan sama Rina,” balas Tati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rina dalam kesendirian nya itu tampak kembali sedih mengingat peristiwa yang sudah menimpanya. Rina adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Adik nya masih sekolah. Yang nomor dua cewek, sekolah di salah satu SMU di pulau Jawa. Adiknya yang bungsu, cowok masih duduk di bangku SMP. Sementara orangtua Rina adalah buruh tani. Selepas Rina menamatkan sekolah SMU nya di pulau Jawa, dia langsung dapat pekerjaan di salah satu pusat industri di kota Karawang. Maklum sekolahnya telah menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di kota Karawang. Jadi para siswa setelah tamat tidak bingung mau mencari pekerjaan. Dan Rina termasuk beruntung bisa sekolah di SMU tempatnya menuntut ilmu. Apalagi kalau keadaan kayak dia, mau meneruskan ke perguruan tinggi tentu  bagi Rina saat itu tidak mungkin. Apalagi kondisi keluarganya yang berpendapatan menengah kebawah. Belum lagi kalau biaya untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di negara ini sangat tinggi.&lt;br /&gt; Mendingan aku bekerja saja sekalian bisa Bantu adik-adiku,’ demikina bisik hatinya menguatkan niatnya untuk memilih bekerja ketimbang melanjutkan pendidikannya ke strata yang lebih tinggi. Toh, selagi bekerja aku masih bisa melanjutkan pendidikan lagi. Yang terpenting bagiku saat ini bagaimana membantu si mbokku dan bapakku. Aku ga tega melihat Bapakku membanting tulang menghidupi kami” batin Rina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan malam itu dia kembali mengingat perjuangannya sebelum datang ke kota ini dan bagaimana ia mengenal Randi yangs sekarang menjadi pacarnya. Dan peristiwa yang telah menimpanya malam minggu kemarin bersama  Randi. Air mata nya tiba-tiba meleleh di kedua pipinya yang lesung pipit tersebut.. Matanya berkaca-kaca. Ada rasa penyesalan yang dalam menghimpit Rina, Cuma ia tak kuasa melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamualaikum,’tiba-tiba suara di seberang pintu membuyarkan lamunan Rina. “Waalaikumsalam.”  Rina buru-buru menghapus air matanya seraya membukakan pintu. ‘Oh kamu Ti,’ rina mempersilahkan Tati masuk. “Na, kamu kenapa,” Tanya tati. “Kamu habis nangis ya.”.”Ga kok,’ rina berusaha menyembunyikan perasaannya. “Tapi kok aku lihat kamu habis nangis dech, tuh mata kamu juga masih kelihatan bengkak. Kamu ga usah bohong ya ama aku. Kan aku dan kamu ini dah ibarat saudaralah. Kalau kamu ada masalah ceritalah ma aku Na, mana tahu aku bisa bantu kamu,” bujuk Tati. “Ga kok ti, aku baik-baik aja, ga ada masalah,’ hibur Rina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rina dan Tati adalah sama-sama satu sekolahan di pulau Jawa. Mereka juga sama-sama mengadu nasib  sebagai buruh di kota Karawang. Rina memilih hidup sendiri atau ngekos. Sementara Tati tinggal bersama kakaknya yang sudah duluan datang kekota ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tadi pagi aku sempat melihat kamu. Kayaknya kamu ada masalah,” lanjut Tati. “Cuma aku ga sempat ngobrol ma kamu tadi pagi. Kan kamu tahu sendiri aku tadi ada masalah, barang banyak yang reject. Makanya aku ke tempat kamu. Kalau kamu sedih aku juga ikut merasakannya Na,” lirih Tati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rina kembali mengingat perjalanan hidupnya hingga terdampar di kota ini. Bagaimana waktu itu dia bersama Tati dengan penuh semangat mendaftarkan diri lewat sekolahnya untuk bekerja di salah satu pabrik di kota karawang. Masih teringat percakapan mereka sewaktu dibangku sekolah sewaktu menunggu giliran mereka interview  yang dilakukan oleh pihak perusahan yang sengaja datang langsung kesekolah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Na, seandainya kamu diterima bekerja disana gimana?’ Tanya tati. “Yah aku terima lah Ti, Tapi aku mau kita berdua lulus diterima bekerja disana yah. Kamu kan sahabat aku, jadi aku ga mau pisah sama kamu Ti.’ Begitu mesra dan akrabnya mereka ketika saat itu  menunggu giliran diinterview. “Ya semoga ya Na,’ harap Tati.. “Trus kamu punya rencana hidup setelah diterima nanti.Apa kamu sanggup jauh dari keluargamu.,’ lanjut Tati. “Sedih pastilah Ti, Cuma aku sudah bertekad dalam batin ini untuk meringankan perjuangan si Mbok dan Bapaku. Mereka sudah tua, Ti. Aku kasihan ma mereka. Ku juga pingin bantu adik-adiku yang butuh biaya sekolah. Kamu kan tahu sendiri biaya pendidikan dizaman sekarang ini kan mahal. Adik-adiku juga perlu buku pelajaran dan  uang transportasi ke sekolahnya. Kasihan juga kan kalau mereka jalan kaki dari rumah ke sekolah, apalagi jarak rumahku kesekolah mereka cukup jauh juga.” Itulah tekad yang tertanam di hati Rina waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali air mata Rina tak kuasa keluar. Dia teringat si Mbok, dia teringat sama Bapaknya yang pagi-pagi buta udah ke sawah. Dia teringat pagi-pagi adik-adiknya siap berangkat sekolah. Dan seketika itu juga terbayang penyesalan yang sangat dalam terhadap kejadian malam minggu bersama Randi. Pipinya yang putih dibasahi oleh air matanya yang tak henti-hentinya keluar. Dan tak kuasa ia menahannya ia merangkul Tati sahabat shohibnya. “Aku makluk yang paling Hina Ti, aku hina… hina…Ti, sambil memeluk Tati sahabatnya. Air mata terus bercucuran hingga membasahi pundaknya Tati. “Maksud kamu, Tati dengan penuh keheranan. “Aku tak layak  hidup, aku harus mengakhiri hidup ini…”Sstt, jangan ngomong gitu, Na,” bujuk  Tati. “Emang kamu ada salah apa na, kok sampai ngomong gitu.” “:Aku menyesal Ti, benar-benar menyesal.  Tapi nasi telah jadi bubur, aku harus bagaimana?” “Ceritalah kejadian apa yang menimpa kamu,” Tati mencoba untuk mengerti keadaan Rina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil terisak-isak Rina menceritakan malam kejadian itu. “Seperti biasa Ti, layaknya orang pacaran, malam minggu itu Randi datang kekosanku  ini. Namanya anak kos tidak ada yang mengawasi apa yang kami perbuat Ti.  Awalnya sih biasa-biasa aja. Apalagi anak kos disini juga banyak didatangi oleh cowok-cowok mereka.  Malam itu Randi datang dengan motor gedenya ke kosan ku ini. Kira-kira jam delapanan. Setengah jam kemudian aku diajak jalan-jalan keluar ma Randi. Yah namanya orang pacaran aku hayo aja, Ti. Awalnya emang aku begitu merasakan kemesraan bersama Randi, apalagi dibonceng dengan motor gedenya itu, jadi aku berpegangan ma Randi. Entah setan apa yang merasuk kami seolah saya telah kehilangan kendali. Aku merasakan begitu dekat dan mesranya bisa dekat selalu bersama Randi,” Rina menceritakan sambil terisak-isak. Sementara Tati mendengarkannya seolah tidak mau melewatkan setiap peristiwa yang dilalui Rina bersama Randi. “Sekembalinya kami jalan-jalan dari luar, Randi belum pulang, waktu itu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Dalam batinku juga ga mau Randi pulang. Aku masih menikmati kebersaam bersama Randi. Mungkin itulah yang dinamakan setan, Ti,” lanjut rina. “Ketika kita asyik nonton film, ntah setan apa yang mendorong kami, tangan Randi melingkar dipundakku. Dan aku seolah tidak berontak Ti,.  Suasana semakin larut, aku hanyut terbawa emosi. Beberapa ciuman singgah di kening dan pipiku.  Dan randi mulai beranikan dirinya menjamah seluruh tubuhku. Awalnya aku menolak. “Jangan randi, kita belum pasangan yang sah, berdosa.” Begitu pembelaanku waktu itu, ingin menyadarkan apa yang tengah kita lakukan. Tapi aku tak berdaya, Ti. Setan terkutuk itu telah menyeretku ke lubang yang paling nestapa kesekalipun. Saat-saat itulah aku tak bardaya menahannya Ti, ketika Randi bilang, “I love you, Na. Aku sangat menyayangi kamu, Na.” “Disaat itulah Ti. Aku juga hanyut sama suasana waktu, aku juga dah lepas kendali. Kamipun menikmati kemesraan di waktu itu hingga, sehingga terjadilah apa yang seharusnya tidak boleh kami lakukan Ti. “Nauzubillah,” Tati dengan kagetnya mendengarkan peristiwa yang menimpa sahabatnya ini. “Aku kotor Ti, aku hina….hina..sambil memberontak memukul-mukul dadanya. “Sudahlah Na, semuanya sudah terjadi”. “Aku menyesal Ti,….menyesal,” sambil memeluk kembali Tati sahabat yang telah menjadi tempat saling berbaginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku baru sadar akan kata-katamu Ti. Dulu ketika kamu nasehati aku mengenai hubungan aku ma Randi, aku malah cuek saja,” Rina dengan suara terbata-bata. Ternyata beginilah akibatnya Ti. Aku malu ti, aku seolah sudah tak berharga lagi Ti.” ”Aku mengerti posisimu Na, sudahlah yang berlalu biarlah berlalu, sekarang kau tatap hari depanmu. Bukankan Allah itu maha penerima tobat kalau hambanya benar-benar bertaubat,” Tati coba menghibur sahabatnya ini. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang wajah si mboknya dikampung, terbayang bapaknya yang kurus tanpa lelah bekerja  seharian ditengah terik matahari. Badannya yang kurus tampak kehitaman selalu disengat panasnya matahari. Terbayang masa depan adik-adiknya. Terbayang hari indah yang telah dilaluinya. Terbayang masa depannya yang sudah hancur ketika malam minggu bersama Randi.. Mbok maafkan aku, Bapak maafkan anakmu ini yang tidak bisa menjaga diri. Ya Tuhan ampunilah diriku ini, batinnya dalam hati.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karawang, Mei 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-8229340996493301344?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/8229340996493301344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=8229340996493301344' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/8229340996493301344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/8229340996493301344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/10/cerpen_3297.html' title='cerpen'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-8102407346791303872</id><published>2008-10-12T04:27:00.000-07:00</published><updated>2008-10-12T04:31:59.033-07:00</updated><title type='text'>cerpen</title><content type='html'>Ketika Cinta Tak Kunjung Dipetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Khairul Azmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau rezki abang belum ada disini, mudah-mudahan Allah menyiapkan di daerah lain,” kata-kata itu selalu teringiang ditelinga syarif. Semenjak pertemuan di perpustakaan kampus ada azzam yang kuat dalam sanubari syarif kalau dia tidak boleh menyerah. Gelar sarjana yang dia sandang harus bermanfaat dan tidak boleh tergolek tanpa ada yang menghargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah hampir setahun syarif menamatkan gelar kesarjanaannya di salah satu Universitas tertua di pulau sumatera. Kerja yang diidam-idamkannya belum juga kunjung tiba. Udah puluhan surat lamaran dikirim syarif ke berbagai instansi. Tapi tak ada satupun yang nyangkut. Sempat pula dia mengikuti berbagai tes penerimaan calon pegawai negri sipil di negri ini. Pikirnya barangkali ada nasib di instansi pemerintahan. Apalagi  tes sebagai pegawai negri sipil sudah mulai bersih dan tentu menurut dia bakal ada peluang. Lain kalau beberapa tahun sebelumnya, tidak sedikit dia mendengar dari tetangga kalau mau masuk pegawai negri sipil harus menyiapkan segopok uang yang tidak sedikit pula nilainya. Bahkan ada anak tetangganya yang rela menjual sawah nya untuk memuluskan niatnya masuk pegawai negri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai tes telah dilakukannya. Ada tes pegawai di dinas pariwisata. Ada tes di universitas. Ada tes di bank. Terakhir dia mencoba peruntungan di hotel berbintang lima. Setelah menunggu beberapa hari semenjak wawancara terakhir belum juga ada panggilan. Pasrah. Dia hampir kehilangan semangat.  Sempat dia berpikir apa gunanya dia kuliah capek-capek beberapa tahun, toh mencari pekerjaan tetap saja sulit. Dia menyalahkan pendidikan. Dia menyalahkan universitasnya. Dia menyalahkan pemerintah. Dia menyalahkan dirinya sendiri. Yang dia kesalkan kenapa tidak ada investasi di negrinya sehinga banyak berdiri perusahaan atau paling tidak dia tidak harus bersusah payah mencari pekerjaan. Setiap tahun universitas melahirkan ribuan sarjana tapi lowongan pekerjaan yang tersedi cuma puluhan. Ironis. Kembali dia hanya pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kata-kata Mila di perpustakan itu kembali menguatkan azzamnya. “kalau rezki abang belum ada disini, mudah-mudahan Allah menyiapkan didaerah lain.’ Ya, kata-kata Mila ibarat pil mujarab yang telah membangunkan seekor singa yang tertidur. Dia mengaum. Dia mulai membuka mata. Kupingnya dibuka lebar-lebar. Hatinya ditata kembali. Niatnya hanya satu - tidak boleh menyerah. Pasti ada jalan. Pasti ada solusi. Bumi Allah masih luas. Masih banyak rezki yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal peruntungannya, Azmi memulai di daerah Medan. Dia memperoleh panggilan tes wawancara di salah satu bank swasta terkenal disana. Berangkatlah ia dari kampung halamanya menuju kota Medan. Perjalanan yang ditempuh lewat jalur darat cukup melelahkan. Sesampainnya di kota medan, syarif langsung mencari mesjid terdekat guna menunaikan ibadah shalat sekaligus mencari tempat menginap selama mengadu nasib di kota Medan. Beruntung sang pengurus mesjid berbaik hati kepada Syarif. Dia diperbolehkan tinggal sementara di ruang “garin” atau seorang penjaga mesjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam sebelum hari tes wawancara dilaksanakan, Syarif tak lupa bermunajat kepada sang penguasa alam jagat raya ini. Dia memohon jalan yang terbaik bagi karir dan masa depannya. Karena dia sadar Dia lah yang berhak menilai dimana Syarif harus berkiprah. Menurutnya dia hanya akan berusaha dan terus berusaha.  Sebelum berangkat pamannya dikampung sempat menasehati dirinya, “Rif, walau kamu belum mendapatkan pekerjaan, kamu jangan patah semangat ya, kamu harus terus berusaha mencari kuncimu. Nanti dengan kunci itu lah duniamu akan terbuka.’ Beban yang dia rasakan sebagai seorang sarjana sangat berat. Apa kata orang kampung nantinya, sudah bergelar sarjana tapi toh akhirnya menjadi penganguran juga atau cuma bekerja sebagai kuli. Dia khawatir nanti dikampungnya ada pameo, orang kampung untuk enggan menyekolahkan anak mereka tinggi- tinggi kalau sarjana saja banyak yang mengangur. Dia bertekad untuk membuktikan kepada orang kampungnya. Bahwa dia bukan yang dikira semacam itu. Motivasnya juga bertambah setelah mendengar kata-kata pamanya dan juga kata-kata Mila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam-diam malam itu pikirannya tertuju kepada Mila. dia sangat mengagumi Mila. Dalam batinnya dia mulai ada menaruh hati pada gadis tersebut. Ya, ada benih cinta dalam hatinya. Dia tidak berani mengucapkan janji kepada  sang gadis pujaannya. Dia menungu biarlah sang waktu yang akan mengungkapkannya. Dia percaya kalau jodoh tak kan lari kemana. Dia bertekad kalau sudah berhasil dia mau langsung memetik gadis pujaannya. Tapi sekarang, ah belum waktunya pikirnya. Buat makan dia sehari-hari saja masih mengandalkan orang tua. Dia akan menunggu waktu yang tepat dengan persiapan yang matang untuk mengutarakan maksud hatinya kepada\ Mila. Kalau  memang jodoh Mila tidak akan jatuh kedalam pelukan lelaki lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah tekad yang membara dalam hati syarif. Keesokan harinya tes yang dilalui syarif cukup melelahkan. Ternyata pihak bank  menerapkan system gugur dalam perekrutan calon karyawannya. Semuanya ada  empat tahapan tes. Pertama, tes psikologi. Kedua, tes kelincahan dan kecepatan berhitung. Ketiga tes diskusi kelompok dan terakhir tes wawancara. Dan ternyata tidak sedikit para peminat yang ingin melamar di bank tersebut. Ada yang dari Lampung, Aceh, Jakarta, Padang dan Medan. Semuanya saling membuktikan diri mereka yang terbaik dan layak diterima di bank tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes yang cukup melelahkan. Tes pertama dia berhasil lulus. Sementara yang lain yang gagal langsung meninggalkan ruang tes. Yang diterima Cuma  sepuluh orang sementara yang tinggal untuk tes kedua bejumlah seratus orang. Jadi bakalan ada sekitar sembilan puluh orang lagi yang akan  pulang. Saat menungu pengumunan hasil tes terakhir, hatinya mulai tak tenang. Akhirnya keluar lah hasil pengumunan tes. Dan namanya tak tercantum dalam papan pengumuman sebagai  calon karyawan yang lulus. Sedih. Terpukul dan kembali dia memasrahkan dirinya kepada Sang penciptanya. Seraya kedua tanganya diangkat, “Ya allah,  hamba percaya ini adalah keputusanMu yang terbaik.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif tak berputus asa. Setelah dia mentok di kota Medan. Dia berencana kembali mengarungi bumi Indonesia. Kali ini yang bakal ditujunya adalah Jakarta. Ya kota yang menurutnya menjadi pelabuhannya selanjutnya. Maka, berangkatlah Syarif darikota Medan menuju Jakarta. Selama dalam perjalanan, tak henti-hentinya Syarif mengagung-agungkan Sang Maha Pencipta, mengakui Kemahaluasan dan rezki yang begitu luas yang terhampar. Perjalanan yang ditempuh cukup melelahkan dan mennyeberangi Laut Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan bus yang ditumpangi syarif sudah memasuki kota Jakarta. Gedung-gedung bertingkat terpampang  dihadapan Syarif. Ada secercah harapan terbesit dihati syarif. Ada juga sedikit keraguan dihatinya. Dia membayangkan kompetisi yang bakal dihadapinya. Ya, kota metropolis tentu penuh dengan kompetisi dan tantangan pikirnya. Sementara dia dari daerah. Tapi segera pikiran tersebut dihalaunya dan kembali ditata niat untuk datang ke Jakarta. Ada semacam semangat. Ya, semangat untuk membuktikan diri kalau orang daerah tidak kalah kualitasnya dari orang pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul delapan malam bus yang ditumpangi Syarif merapat diterminal Rawamangun. Baru kali ini dia menginjakan kakinya di kota Jakarta. Suara hiruk pikuk diterminal malam itu cukup ramai. Para pengemudi angkut saling berebut calon penumpang. Tidak ketinggalan para tukang ojek yang menawarkan jasanya. Dia mencoba menenangkan diri. Dia mencari toilet di dekat terminal. Wajahnya disirami dengan air. Rasa bermimpi, karena dia telah menginjakkan kakinya di kota jakarta. Setelah selesai merapikan diri. Dia merogoh saku celananya. Secarik kertas  keluar dari saku celananya. Lama dia memandang isi tulisan kertas tersebut. Ya, ini adalah alamat yang akan dituju syarif. Sementara dia bakal numpang dirumah saudara sepupunya. Setelah nanya sana sini akhirnya syarif berhasil menemukan rumah saudara sepupunya. :”Assalamualaikum,’ suara syarif seraya pintu rumah diketok. “Waalaikumsalam,’ sahut suara yang punya rumah. “Wah kamu toh rif, kapan nyampai, ayo masuk.’ Saudara sepupu syarif kaget akan kedatangan syarif ke kota Jakarta. Malam itu dia dijamu dengan hidangan spesial oleh saudaranya. “Kamu jangan sungkan dirumahku ini ya, kalau ada butuh apa kamu ngomong ma aku atau ke istriku,’ demikian saudaranya ketika mereka menuju ke tempat peraduan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya Syarif mulai bertarung, memasang kuda-kuda – memasukan surat lamaran kerjanya keberbagai instansi yang ada  dijakarta. Baginya apa aja asal bisa bertahan di kota jakarta ini akan dilakoninya. Dia tak mau pulang sebagai kestaria yang kalah. Dia sudah kepalang basah. Dia malu pulang ke kampungnya sebelum berhasil. Dia kurang pede mengutarakan niatnya melamar Mila kalau belum berhasil. Itulah tekad yang tertanam dalam sanubarinya. Selama dua hari dia berpindah dari satu kantor ke kantor lainnya. Akhirnya, dia diterima juga disalah satu lembaga pendidikan sebagai admin. Yah disinilah awal mula karirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lupa dia sujud syukur atas nikmat ini. Paling tidak dia bisa survive terlebih dahulu pikirnya. Setelah syarif memperleh pekerjaan pertamanya dia mengutarakan niatnya untuk ngekos kepada saudaranya agar dekat dengan tempat dia bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan tempat kosan syarif tidak terlalu jauh dari mesjid. Sehinga sehabis pulang bekerja dia tidak pernah melewatkan panggilan suara azan magrib dan isya. Begitu juga subuh, suara murattal di pagi buta itu telah memberikannya semangat baru untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Khaliknya. Tak lupa ia juga mengerjakan puasa sunnah senin kamis. Tak terasa sudah enam bulan syarif berada di Jakarta. Dan dia sudah bisa mengirimnkan sedikit rezkinya ke kampung halamnya buat ibundannya tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu semangat syarif tak pernah pudar. Dia terus mencari informasi mengenai lowongan pekejaan. Tepatnya bulan ketujuh syarif di Jakarta, dia dipangil wawancara oleh sebuah perusahaan multinasional untuk level staf. Malam sebelum hari wawancara Syarif mendatangi sang pemilik alam jagat raya ini. Dia ingin mengetuk pintuNya. Berharap petunjuk terbaik yang akan diberikanNya kepadanya. Siangnya tepat pukul sembilan syarif sudah berada di ruang lobby perusahan tersebut. Setelah melapor, syarif dituntun keruang manajer personalia oleh salah seoarang staf perusahaan. Setelah tes seharian penuh dan melelahkan, manajer personalia tersebut menutup pembicaran meraka, “Oke, saudara Syarif, kami akan mempelajari lebih dalam lagi kualifikasi saudara dengan pihak manajemen perusahan. Kalau kualifikasi saudara memeuhi kriteria kami, saudara akan kami panggil kembali untuk berkerja  di perushaam ini.’ Demikian suara sang manajer tersebut. “Baik pak, dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya..” Syarif pamit undur diri dari hadapan sang manajer tersebut. Diluar gedung dia kembali mengucapkan rasa syukur. Yah kalau memang baik baginya berkarir disini, mudah-mudahan Allah memudahkan jalannya, doa syarif dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu lamanya setelah tes wawancara di perusahaan tersebut dilewatinya. Tak ada kabar. Dia mulai bertanya apakah dia gagal atau gimana. Ditepisnya pikirannya. Dia kembali fokus kepada pekerjaan nya sekarang sebagai admin di salah satu lembaga pendidikan. Kesokan harinya handphone berdering.”Ini Bapak syarif.’ “Ya saya sendiri. “bapak diminta datang hari senin depan jam sepuluh langsung ketemu dengan manajer personalia.” Kemudian suara halus seorang wanita mngakhiri telephone tadi. Tak henti-hentinya syarif mengucapkan syukur sekaligus sujud syukur. Ya syarif diterima sebagai karyawan di sebuah perusahan multinasional untuk level staf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya dia melapor keatasanya di lembaga pendidikan tersebut. Syarif mengutarakan niatnya untuk mengundurkan diri sebab dia diterima disalah satu perusahaan multinasional. Dia pengin sukses. Begitulah syarif berpanjang lebar pada atasannya. “Semoga kamu menjadi lebih baik lagi ya Rif,’ dukung sang atasannya. Sebenarnya atasannya sudah mengangap syarif sebagai saudara sendiri. Apalagi selama bekerja dengannya syarif menunjukkan prilaku yang sopan, santun dan tidak neko-neko. Dan syarif juga terkenal dengan karyawan yang gigih dan pekerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya resmilah syarif tercatat sebagai salah satu staf di salah satu perusahaan multinasional. Tentu dari segi gaji dan prospek kedepannya  sudah cukup menjanjikan. Apalagi gajinya diatas rata-rata perusahaan nasional. Tak terasa sudah setahun dilewatinya bekerja diperusahan multinasional tersebut. Sekarang dia sudah memiliki motor. Dari segi materi sudah mencukupi. Sementara umurnya kian hari kian bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba telephone dari kampung datang. Suara perempuan dibalik telephone. “Bagaimana kabarmu, Nak. Kerjaanmu lancer?’ suara emaknya dari kampung. “:Alhamdulillah Mak, saya sehat. Keluarga di kampung gimana sehat semua.” “ Alhamdulillah kami disini ada dalam keadaan sehat semua.’ “Rif, kamu kan sudah bekerja dan sudah bisa pula membantu Emak dikampung. Sementara kamu kan juga sudah berumur. Tidak baik menungu terlalu lama,” Suara emak syarif dengan penuh pengharapan. Syarif sudah bisa menebak kearah mana pembicaraan Emaknya. “Iya emak, secepatnya syarif akan melaksanakan sunnah Rasul tersebut.’ Demikian syarif mencoba mengakhiri desakan Emaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tidur, dia teringat kata-kata Emaknya, “tidak baik menunggu terlalu lama.’ Iya dia sekarang sudah mapan. Sudah mantap untuk menikah. Ya, dihatinya hanya ada satu wanita. Ya, Mila. wanita yang telah memberikan peluru dasyat kepadanya. Wanita yang telah mencuri hatinya. Keberhasilannya sekarang ini juga tidak terlepas dari kata-kata yang diucapkan Mila. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya dia mencoba menghubungi Mila. Tapi ga ada suara jawaban. Sudah hampir setahun lamanya syarif tidak berhubungan lagi dengan  Mila. Maklum kesibukannya sebagai staf di perusaahan baru cukup menyita pikirannya. Dia mulai kehilangan akal. Dia mulai berpikir siapa kira-kira yang tahu nomor Mila.  Akhirnya dia mendapatkan nomor telephone rumah Mila. Waktu itu yang menjawab saudara Mila. “Kak, Mila lagi ke pasar, Abang ini siapa.” Selidik suara perempuan dibalik telephone. Setelah menjelaskan siapa dirinya, telephonepun dimatikan. Selepas magrib, dia mencoba menelephone kembali Mila. ‘Oia, bentar ya kak,’ suara dibalik gagang telephone segera memangil Mila. Kemudian tak lama mereka pun bebicara lewat telephone. Syarif dengan sedikit berbasa basi menanyai kabar Mila. Syarifpun  sudah bertekad kalau dia sudah memiliki karir yang mantap dia akan melamar Mila. sekarang waktunyalah dia ingin mengutarakan niat dan maksudnya. “Mila, abang ingin menjaga dan menjadi pelindung Mila sampai maut memisahkan kita. Maukah Mila menjadi istri abang.” Tiba-tiba dari seberang telephone suara mila terisak-isak. “Maafkan Mila bang, mila sudah dipetik orang. Rencananya kami akan melangsungkan sunnah rasul ini bulan depan.’ Bagai petir disiang bolong suara yang begitu dikaguminya itu tiba-tiba ingin menghentikan aliran darah dijantung. Sesaat kemudian suasana hening. Lama syarif terdiam. Meratapi nasib yang menimpanya. Begitu juga Mila dia juga menyesal baru tahu saat ini ternyata abang Syarif sangat mencintai dirinya. Air matanya tak kuasa terbendung membasahi pipinya yang masih sangat halus dan putih. “Bang, bang syarif masih online.’ “Ya, saya mila,” suarnya berubah serak yang tak kuasa menyimpan rasa sedihnya. Maafkan mila bang, kalau abang selama ini ingin melamar mila. mila tidak tahu bang. Seandainya abang mengutarakan maksud abang, mungkin abanglah yang mesti memetik mila.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu matanya tidak bisa tidur. Ada penyesalan. Yah, keteledoran dari sikapnya. Tekadnya untuk melamar Mila kandas. Penantianya selama ini untuk berhasil terlebih dahulu baru melamar Mila gagal. Matanya sudah kelihatan bengkak. Air matanya tak henti-hentinya keluar  meleleh kepipinya. Dia teringat kata-kata mila tadi, ‘kalau abang mengutarakan maksud abang kepada mila, mungkin abanglah yang mesti memetik Mila.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  ***&lt;br /&gt;Juni 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-8102407346791303872?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/8102407346791303872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=8102407346791303872' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/8102407346791303872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/8102407346791303872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/10/cerpen_12.html' title='cerpen'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-145851186215848436</id><published>2008-10-12T04:20:00.000-07:00</published><updated>2008-10-12T04:25:42.820-07:00</updated><title type='text'>cerpen</title><content type='html'>Dari Sebuah Pesan Singkat&lt;br /&gt;By Khairul Azmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu tiba-tiba di inbox nya badur sudah ada email baru. Sekilas diselidiki dari siapakah gerangan. Ternyata dari seorang yang baru dikenalnya lewat dunia maya. Namanya Inah. Pesannya berbunyi “salam kenal juga ya, wassalam inah.” Beserta alamat email dan nomor handphonenya. Dia ingat kemarin dia habis berchatting ria di program mlrc internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama badur mengamati email tersebut. Dia antara gak percaya sekaligus juga senang mendapat kiriman email. Yang mengirim cewek lagi. Ada rasa senang bercambur dengan keinginan yang lain. Entahlah. Seolah badur merasakan begitu dekat dengan si pengirm email. Karena mungkin memang bahasa emailnya dari sang pengirim juga tak ada basi basi ataupun malu. Apalagi dalam zaman sekarang cewek pun berani duluan minta kenalan. Entahlah. Badur pun juga kaget sekaligus senang. Ada rongga-rongga kebahagian menyelimuti ruang jantungnya. Selintas, dia merasa bak seorang arjuna yang gagah perkasa di sukai para pujaannya. Hatinya mulai bermain. Disini Cuma ada perasaan. Akal dan logikapun  dinomorduakan. Badur pun siap-siap mengemas kata-kata indah. Biar kesannya hubungan mereka mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waalaikumsalam, salam kenal juga, nama saya Badur. Aku senang bisa kenalan dengan inah. Apalagi dengan wanita seindah inah. Semoga diriku bisa membuat inah bahagia selalu. Dan aku pingin menjadi sahabat inah yang bisa mengerti inah,’ begitu kata-kata indah dirangkai oleh badur. Sejenak dia membaca sekali lagi isi dari tulisannya. Takut kalau masih ada yang kurang. Setelah  bumbu-bumbu nya dirasa cukup buat mengakrabkan hubungan ini, langsung diklik tombol send. Pesanpun terkirim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang muncul email balasan dari inah. “Terima kasih sudah mau kenalan ma inah. Kalau inah anak pertama dari tiga bersaudara. Kalau kamu sendiri? Mudah-mudahan Tuhan mempunyai maksud lain dari hubungan yang indah ini ya,’ begitu balasan dari inah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semakin intens berkirim email. Mereka saling curhat dan menceritakan masalah mereka pribadi dan keinginan-keinginan yang mereka pendam. Seolah tidak ada batas lagi diantara mereka berdua. Seolah mereka sudah lama berkenalan dan sudah tidak memikirkan siapa diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tembok. Tapi tembok tersebut hancur oleh perasaan mereka. Mereka larut hanyut dengan perasaan mereka masing-masing. Mereka langsung percaya satu sama lain. Walau hanya kenalan dengan dunia maya, tapi seolah mereka merasakan hal yang sama, kalau mereka ada kecocokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, inah dan badur larut dalam perasaan mereka masing-masing. Ibarat seekor ayam jantan ketemu dengan seekor ayam betina. Jangankan makan, shalat pun mereka tertunda gara-gara melayani email dari masing-masing. Isi hati mereka tertumpah dalam monitor berukuran empat belas inchi tersebut. Setiap komunikasi tak lupa mereka menyisipkan bumbu-bumbu cinta. Entahlah, apa cinta maya atau cinta ala romeo and Juliet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin larut. Perasaan badur masih teringat akan inah. Begitu juga sebaliknya dalam kesendirian di dalam kamar kosnya, ada rasa yang hilang dalam diri mereka. Untunglah, inah sudah mensave nomor handphone badur kedalam nomor telephone inah. Jarum jam menunjukkan angka sembilan. Mata tak kunjung dipejam. Hati mulai membuncah. Rasanya email tadi siang belum cukup. Ada kesepian menghinggapi diri mereka. Ada rasa kangen ingin bermesraan dengan kata-kata. Mereka lupa mereka baru kenalan. Tapi seolah jarum jam sudah bersahabat dengan meraka. Mereka seolah sudah berkenalan cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Malam, ini nomornya badur. Lagi apa?’ begitu pesan singkat inah terkirim ke handphonenya badur. Sama. Badur pun tak bisa memicingkan matanya. Angan dan jantungnya melayang kearah gadis yang dikenalnya lewat email. Ya, inah telah membuat jantung badur tak tenang. Hatinya bergelanyut tak kuasa menahan rasa terhadap inah. Kata-kata inah pun dianggap cukup romantis. Dan telah menggetarkan detak jantungnya. Mengirimkan ke simpul-simpul otak syarafnya. Seketika itu juga yang dirasakan badur adalah perasaan yang mendalam terhadap inah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipandangnya es em es an inah lekat-lekat. Setiap huruf tak mau terlewatkan olehnya. Dia menikmati setiap rangkaian kata yang dikirimkan oleh inah. Rasa cinta menyelimuti hati badur. Seolah dia merasa ada yang memperhatikannya. Ada yang peduli terhadap dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya selama ini badur terasa tak bersemangat untuk urusan wanita. Ia masih menjaga prinsip tidak mau pacaran. Tapi ketika kenalan dengan inah lewat email. Ada getaran jantungnya yang mengatakan dia ada rasa dengan inah. Dia menikmati setiap kata-kata dari inah. Ibarat mutiara yang telah menyilaukan hati, pikiran dan logikanya badur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badur kegirangan. Ada senyum dibibirnya yang tipis. Dia senang membaca isi es em es an dari inah. Apalagi inah menanyakan  kabarnya. Tak lama dia memandangi pesan dari inah, tangannya mulai menekan huruf-huruf. Dia mencoba merangkai kata-kata. Lama dia mengotak atik kata-kata romantisnya. Dia ingin ketika inah membaca es em es nya, inah ibarat terbang keawan bersamanya. Dia ingin kata-katanya seperti itu. Jari-jari tangannya sampai bolak balik memencet tut huruf demi huruf. Hinga jarinya sampai bebal saking lamanya bertengger di atas tut huruf-huruf handphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku senang bisa kenalan ma kamu lo. Entahlah aku merasa kamu bagaikan satu hati dengan aku. Seolah apa yang kita bicarakan sama. Mudah-mudahan kita ditakdirkan bersatu kali ya,’ bujuk rayu kata-kata badur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatinya berbunga-bunga setelah membaca es em es badur. Dia merasa senang, sekarang ada pelindung bagi dirinya. Badur, walau belum pernah ketemu diyakininya adalah pria idamannya. Malam itu mereka asyik masyuk ber es em es ria. Sampai-sampai jarum jam sudah menunjukkan pukul satu dinihari. Kedua insan yang dimabuk asmara, lupa akan waktu dan seiisi dunia. Benar kata para pujangga kalau orang dimabuk asmara, waktu dua puluh empat jampun terasa kurang. Maunya berlama-lama terus. Begitulah gairah diantara kedua insan tersebut semakin meninggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lengkap rasanya pagi itu kalau belum berkirim es em es. Kembali mereka hanyut dalam pergumulan kata-kata. Menerbangkan mereka berdua keawan yang paling tinggi. Menikmati setiap irama kata asmara dan cinta. Ya, sarapan pagi mereka bukan susu atau roti tetapi es em es. “Gimana tidurnya semalam nyenyak?’ ya begitulah kata-kata manis terbaca di handphone mereka masing-masing. Pagi itu kembali mereka hanyut dalam permainan es em es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari-jari tangan sudah mulai tebal karena kelamaan memencet tombol handphone. Jantung mereka membuncah. Ada perasaan rindu ingin bertemu. Seolah mereka telah dipisahkan oleh ruang dan waktu untuk waktu yang lama. Kerinduaan itu ibarat seorang yang pergi jauh. Seorang prajurit perang yang dirindukan oleh istri atau tunangannya. Ya, perasaan itu telah menyihir mereka. Akhirnya mereka kopi darat alias bertemu muka. Walau hanya baru berkenalan dalam hitungan  hari, mereka seolah tak sabaran ingin menumpahkan segala kerinduan yang terpendam puluhan tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disepekatilah mereka untuk bertemu disuatu tempat. Pukul sekian ditempat itu, kita janjian ketemu ya. Aku pakai baju kaos hitam celana jeans,’ pesan badur kepada inah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berangkat ada perasan tak sabaran menghinggapi jantung mereka. Mereka akan menemui pujaanya masing-masing. Inah mengharapkan akan sang arjunannya. Badur mengharapkan bidadarinya yang cantik jelita. Perasaan mereka dihinggapi dengan pengharapan yang tinggi. Dalam hitungan jam, mereka sudah menyatakan perasaan mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inah berusaha tampil semenarik mungkin. Segala macam parfum dicobanya dan dipilihnya yang kira-kira sesuai dengan suasanya nanti. Dipilihnya yang agak berbau romantic. Begitu juga badur, rambutnya dibikin serapi dan sekeren mungkin. Ada sedkit jambul di rambutnya yang paling depan. Biar terkesan cowok stylish pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau jarak antara keduanya cukup jauh. Badur rela mengorbankan itu semua demi menemui sang bidadarinya. Tepat pukul sekian  di tempat yang sudah dijanjikan, badur datang duluan. Perasaannya mulai gak sabaran. Sudah lewat lima menit. Jam tangannya dilirik terus. Perasaan nya mulai tak tenang. Sang bidadari yang ditunggu belum kunjung datang. Detik demi detik terus berjalan. Tanda-tanda kehadiran inah belum juga tampak. Lima menit kemudian suara seorang anita mengagetkan badur yang masih dalam lamunan dalam penantian mereka. “Kamu badur kan?’ “Inah.’ “Ya, saya inah.’ Mereka bersalaman. Gengaman tangan mereka ada aliran darah tak normal. Seolah saling bertolak belakang. Pertemuan yang semula diimpikan bakal hangat dan romantik itu, kemudian tiba-tiba datar. Kata-kata romantis dalam es em es berubah menjadi diam seribu bahasa ketika bertatap muka. Ada perasaan kikuk bercampur malu hinggap dalam diri mereka. Bidadari dan arjuna yang mereka harapkan ternyata berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medio Juni 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-145851186215848436?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/145851186215848436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=145851186215848436' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/145851186215848436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/145851186215848436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/10/suara-hati.html' title='cerpen'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-2109792313324685386</id><published>2008-10-11T00:35:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T00:39:45.220-07:00</updated><title type='text'>cerpen</title><content type='html'>Menelusuri Impian&lt;br /&gt;By Amatovan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini aku masih merindukan cinta suciku itu kembali pada diriku. Entah kenapa hari demi hari aku  belum juga menunjukkan cinta suciku pada sang kekasihku. Aku tahu betapa ia sangat mencintaiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari aku hanya memikirkan diriku. Aku memikirkan karirku, aku sibuk dengan rutinitas harianku. Berangkat pagi pulang larut malam. Setumpuk kertas kerja di kantorku benar-benar membuatku untuk sesaat sedikit melupakan cintaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi yang aku cari? Aku bingung sendiri. Sudah tak terasa waktu cepat berlalu. Terasa waktu cepat sekali berputar. Rasanya baru  kemarin aku lulus kuliah dan bisa menamatkan  untuk waktu empat tahun. Bagiku itu prestasi yang luar biasa. Aku mensyukuri itu. Sebelum aku berhasil menamatkan kesarjanaanku, aku bersama teman-teman sekuliahku saling berikrar mengucapkan janji untuk menamatkan secepatnya gelar kesarjanaan kita masing-masing. Dan yang terlintas dalam pikiran kami waktu itu hanyalah bagaimana dapat pekerjaan setelah lulus kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua teman terdekatku itu telah berhasil mendapat perkejaan bagus yang tentu dengan gaji yang wah.  Ada yang sudah menjadi dosen, pengusaha dan juga penulis terkenal. Kami semua tinggal berlainan kota. Aku sendiri semenjak menamatkan kuliah merantau ke negeri sebarang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanku yang berprofesi sebagai dosenpun juga sudah mengambil gelar master di negri kangguru. Dia mengambil spesifikasi pengajaran bahasa inggris. Sementara yang jadi pengusaha juga sudah mengambil program strata dua di salah satu universtas islam. Yang menjadi penulis, ketika aku tanyakan apakah ngak berniat untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Ketika pertanyaan itu aku ajukan dia hanya menggeleng-gelengkan kepala. Memang teman ku yang satu ini punya pandangan sendiri tentang pendiidikan. Dia mengangap pendidikan itu tidak harus di bangku universitas. Gelar master bagi dia belum merupakan cita-cita yang harus dia raih. Dia berangapan pendidikan yang sebenarnya itu terdapat di alam. Dia memang mempunyai philosophi hidup “alam takambang jadi guru.’ Sebuah pepatah dari negri minang yang berarti universitas yang sebenarnya yaitu alam itu sendiri. Belajar dari alam beserta isinya. Pernah suatu ketika aku tersadar dengan kata-katanya. Setiap orang itu kita bisa ambil manfaat dan ilmunya. Begitu juga phenomena alam. Bergaul dengan tukang jamu misalnya, bukan berarti kita merendahakan pergaulan kita. Dari situ kita bisa mengambil pelajaran bagaimana meeka memulai usahanya. Pintar-pintar kita menyerap ilmunya. Demikian temanku itu berpendapat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku sendiri belum juga menyelesaikan strata dua. Niatku belum juga kesampaian. Entahlah suatu waktu nanti aku masih mengimpikan bisa mengecap  jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bukankah pendidikan itu sepanjang hayat dikandung badan. Aku berpikiran tidak boleh patah semanagat. Azzamku sudah kuat, ya suatu waktu nanti aku harus meraih gelar yang tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Tak terasa sudah hampir enam tahun  aku berada di kota metropolitan ini. Kota yang dipenuhi oleh beragam corak manusia. Ya, kota ini juga merupakan kota tujuan bagi orang-orang daerah untuk mencari perkerjaan. Terkadang aku juga berpikir,  kenapa kota ini bak magnet bagi ribuan pencari kerja. Bahkan sarjana-sarjana pada kumpul di kota ini. Daerah- daerah semakin tertinggal. Para sarjananya sudah hijrah ke kota. Tidak ada yang membangun daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku juga berbuat demikian. Aku ikut hijrah ke kota besar. Setelah setahun aku bertahan didaerahku. Pekejaan yang aku dambakan tak kunjug datang. Maka atas nasehat dari sahabatku, akupun melangkahkan kaki kekota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menginjakkan kaki di kota ini. Aku merasa asing. Tidak ada tempat mengadu maupun mengeluhkan keadaanku.  Yang aku rasakan kota ini sangat berbeda dengan kampungku. Disini orang tidak mau tahu dengan kita. Siapa lu siapa gue. Ya prinsip itulah yang aku terkesima dibuatnya. Ada cultural shock dalam diriku waktu pertama datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesendirianku membuatku semakin terasing di kota ini. Sakit senang tiada yang tahu. Tidak jua kepada siapa-siapa aku keluhkan. Enam bulan sesudah aku tinggal dikota ini, barulah aku mengenalnya dengan sungguh-sungguh. Dia hadir bak menyelamatkan hidupku.  Barulah aku sadar bahwa sesungguhnya dia sangat mencintaiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap malam aku mendatanginya. Bercengkrama bersamanya. Hembusan angin yang dinggin tak terasa merayap dikulitku yang tipis. Ingin malam demi malam aku mengunjunginya. Berkeluh kesah kepadanya. Karena aku tahu betapa ia sebenarnya mencintaiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bodohnya diri ini, aku belum juga sempurna mencintainya. Kembali gemerlap dunia membutakan mata hatiku. Siang malam aku sibuk mencari dunia. Uang. Ya itulah yang ada dalam pikiranku. Aku berusaha mati-matian mengumpulkan uang. Aku berpikiran sekarang uang adalah segala-galanya. Ingin kuliah harus punya uang. Ingin punya mobil, harus punya uang banyak. Begitu juga kalau ingin istri yang cantik, cukup dengan uang banyak, pasti banyak yang ngantri sama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali aku melupakan dirinya. Aku sekarang benar-benar pemburu dunia. Tiada lagi waktu buat dia. Malampun aku lewatkan untuk mengais rezeki. Padahal, ia sangat menantikan kehadiranku. Ia ingin cintaku betul-betul sempurna dilabuhkan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kekonyolanku, tidak mempedulikan ini semua.  Pikiranku seolah digiring bahwa cinta bisa dibeli dengan uang. Sementara bagi dia, uang bukanlah segala-galanyanya. Kalau mau dia sendiri bisa memberiku uang. Tapi begitulah. Aku lupa. Aku khilaf. Bahkan aku zhalim terhadap diriku sendiri. Tubuhku kadang protes, kenapa dia terus dipaksa untuk mencari uang. Dia juga butuh aktifitas yang lain. Mata ini juga butuh untuk membaca surat-surat darinya. Tetapi aku mengindahkannya. Aku mengesampingkannya. Surat-surat darinya tidak pernah aku baca. Aku sibuk. Saking parahnya, pulang sudah larut malam, bahkan sampai lupa membuka sepatu ketika aku tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkanlah diriku. Bukan maksud aku tak mau mencintaimu. Godaan demi godaan seolah semakin deras datang menghampiriku. Aku ini lemah. Kadang aku terpeleset dan terjatuh. Pernah suatu ketika, aku hampir saja berselingkuh. Tapi aku segera ingat cintamu padaku. Aku tak bisa mengkhianati cintamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh engkau selalu mendampingiku. Aku lemah. Aku kadang tak berdaya menghadapi godaan demi godaan ini. Ditengah kesendirianku, pernah terlintas dalam pikiranku untuk berselingkuh. Apalagi sebangsa diriku, tentulah sangat gampang untuk melakukan hal itu. Ditunjang lagi, didaerah ku ini sudah lumrah untuk berselingkuh. Tempat-tempat untuk menumpahkan hasrat yang terpendam itu sangat menjamur disini. Bahkan mereka  menjajakannya dipinggir jalan. Sungguh sangat gampang dipetik kalau aku mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu malam, entah pikiran apa yang merasuki diriku. Aku bersama temanku keluar mengendarai motor. Maksud kami hanya untuk menghirup udara malam. Iseng-iseng buat mengusir kejenuhan sehabis bekerja. Kamipun menyusuri jalanan kota. Tepatnya di alun-alun kota sudah berjejer motor dengan sepasang kekasihnya diatas jok. Entah apa yang mereka perbincangkan. Barangkali mereka sedang mengucapkan janji sumpah setia. Kelihatan mereka begitu mesra. Mereka memadu kaish sambil berangkulan. Pemandangan itu sudah umum di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motor kami terus menyusuri sudut kota. Tampak gadis-gadis berparas ayu bergerombolan dipinggir jalan. Dari pakaiannya kelihatan sekali mereka sangat muda dan cantik. Entahlah sedang apa mereka malam-malam begini. Temanku menawarkan gadis-gadis itu untuk dipetik. Batinku mulai membuncah. Aku teraingat akan cintamu. Sementara siapa yang tak tahan melihat gadis-gadis secantik itu. Syukurlah, cinta sucimu menguatkanku untuk tidak memetik gadis-gadis itu. Aku ingatkan kepada temanku maksud kita hanyalah untuk melihat-lihat suasana malam. Bukan terjun dan bergumul dalam kehidupan malam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya aku dirumah  entah ada yang menggiring diriku, ingin segera membaca surat-suratmu. Aku ingin merasakan bercinta dengan mu lewat surat-suratmu ini. Malam ini aku ingin bersama mu. Aku rindu padamu. Aku ingin mencintaimu dengan sepenuh hati. Aku ini hanyalah milikmu. Aku tak mau lagi berselingkuh. Bagiku engkau lebih berharga daripada uang, mobil, rumah bertingkat dan jabatan.. Aku tak ingin mengkhianati cintamu. Aku ingin setia bersamamu hingga akhir hayatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Rajab, 1429H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-2109792313324685386?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/2109792313324685386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=2109792313324685386' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/2109792313324685386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/2109792313324685386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/10/blog-post.html' title='cerpen'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6036960950446251751.post-6564282611445086342</id><published>2008-10-11T00:21:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T00:32:54.467-07:00</updated><title type='text'>cerpen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_k9CfY5sfPNw/SPBWaNknOxI/AAAAAAAAAAM/qaA8DQ3qyNA/s1600-h/Foto%28649%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_k9CfY5sfPNw/SPBWaNknOxI/AAAAAAAAAAM/qaA8DQ3qyNA/s320/Foto%28649%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255795773461183250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Suara Hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;u&gt;By Amatovan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Kulirik jam ditangan sudah menunjukkan pukul empat lebih. Sementara kendaraan yang aku tumpangi masih terjebak dalam kemacetan. Diakhir pekan ini kendaraan penuh sesak dijalanan. Badan jalan sudah tak mampu lagi menampung banyaknya kendaraan. Walaupun sebenarnya ini jalan tol, tetapi sekarang tak lagi benar-benar bebas dari kemacetan. Aku sudah berkeringat didalam kendaraan. Maklum kendaraan yang aku tumpangi tidak memiliki alat pendingin. Sementara penumpangnya ditumpuk bak layaknya barang-barang rongsokan. Tubuh penumpang yang satu dengan penumpang yang lainpun bersentuhan. Bahkan penumpang yang berlainan jenis pun tubuh mereka juga saling bersenggolan. Seperti lengket kayak perangko. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Aku sudah mulai gelisah. Sebenarnya bukan lah tipe aku yang tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;datang tepat waktu. Tapi ini semua diluar rencana. Yah walaupun cuma bertemu dengan seorang teman. Tapi bagi diriku janji haruslah ditepati dan haruslah disipilin. Aku mecoba membiasakan diri untuk disipilin. Berjanji&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ya harus ditepati. Begitu aku meniru&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;system yang juga dianut masyarakat Jepang. Dulu sewaku aku kuliah, sempat ada mahasiswi jepang yang kuliah di universitasku. “Kami di Jepang tidak terbiasa untuk datang terlambat untuk sebuah janji. Biasanya kami saling datang duluan. Adalah lebih terhormat datang duluan ketimbang ditunggu orang lain,” dia berpanjang lebar ketika aku menanyai tentang masyarakat jepang. Walaupun kelihatan sepele, tetapi aku menyadari jepang bisa berhasil karena ada satu prinsip yang dipegang teguh oleh mereka yaitu kedisipilinan. Dispilin akan waktu, bekerja dan berjanji..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Buru-buru aku buka handphone dan kukirinm sms. “Maaf lara, mobil yang aku tumpangi kejebak macet, agak telat datangnya.’ Aku berharap semoga ia tak bersangka buruk padaku. Aku buknlah tipe yang suka mnyia-nyiakan janji. “Oke mas, gapapa ko, hati-hati dijalan ya,’ begitu pesan singkat &lt;i style=""&gt;mereply&lt;/i&gt; sms aku tadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Kami sudah lama berkenalan. Karena kesibukan kami masing-masing untuk bertemu sangat susah.sementara kami tingal berlainan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Awalnya kita berkenalan lewat seorang teman. Tepatnya pada awal tahun hijriah, aku dikenalkan lewat sahabat aku ketika itu kami menghadiri acara seminar disalah satu universitas di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Namanya lara. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Aku bekerja di salah satu perusahan yang bergerak dibidang ekspor. Sementara lara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berkeja di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sebagai tenaga sales disalah satu perusahan multinasional. Terkadang sabtu minggupun lara harus masuk kerja. Dia seorang &lt;i style=""&gt;workaholic&lt;/i&gt; dan sangat meikmati pekerjaannya. Cuman terkadang aku merasa kasihan juga terhadapnya. Apa yang aku bayangkan adalah bagaimana tiada hari tanpa istirahat. Pastinya aku bisa merakakan keletihan yang ia rasakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Ya, sabtu itu kami berencana bertemu. Menyambung silaturahmi yang sudah lama terputus. Selama ini kami hanya menanyai kabar masing-masing lewat handphone. Terkadang kalau ga ada berita dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lara, aku beusaha menanyai kabarnya. Begitu juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lara,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalau aku lama ga kasi kabar, pasti mengirmkan sms menanyai kabar aku. Padahal kami bertemu baru sekali pas ketika ada seminar di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Tepat pukul &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; lewat mobil yang aku tumpangi sudah merapat. Buru-buru aku menuju ke tempat yang kami janjikan. “lara, bentar ya, aku mau nyampai.’ Pesanpun terkirim. “iya mas, aku tunggu.’ &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; menit lamanya aku berjalan aku sudah sampai disebuah toko buku. Ya kami berjanji bertemu di sebuah toko buku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Dalam batinku, aku sudah lupa-lupa ingat wajah lara. Maklum sudah lebih tujuh bulan lamanya aku tidak bertemu dengan lara, Semenjak pertemuan pertama tersebut. Foto dirinya juga tidak sempat aku minta. Maklum, aku malu, masak baru kenalan sudah minta foto. Dengan hati yang penuh deg-degan aku menyelidiki sekeliling sudut toko buku tersebut. Tujuh bulan lamanya tidak bertemu, tentu aku jadi ragu wajah lara. Apalagi perbincangan kami waktu perkenalan pertama tersebut terbilang singkat. Seterusnya hubungan kami hanya lewat pesan singkat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Pelayan toko bersikap ramah kepadaku. Seulas senyum merekah dibibirnya. Ya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;barangkali inilah ciri khas seorang pelayan yang harus &lt;i style=""&gt;welcome&lt;/i&gt; kepada setiap pengunjung. Bukankah pembeli itu raja. Walau sebenarnya maksud kedatanganku kesini hanyalah bertemu lara, bukan untuk membeli buku. Kami sepakat memilih tolo buku sebagai tempat bertemu biar lebih gampang dan sekalian nambah pengetahuan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Pandanganku kulemparkan sekali lagi ke sekeliling toko tersebut. Aku menjadi bingung. Toko tersebut dipenuhi para pengunjung waktu itu. Dan tidak sedikit pengunjung wanita yang berjilbab termasuk &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lara. Kuraih handphone disaku celana, sambil memencet nomor ara. “Lara dimana, aku sudah didalam toko buku,’ demikian suaraku sedikit ga sabaran pingin bertemu..’ “Aku juga sudah didalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sini, aku lagi di dekat rak buku novel, mas..’ Kakiku kulangkahkan mencari rak novel yang dimaksud.. Seorang wanita cantik sedang mengamati novel-novel yang berada dirak buku tersebut. Aku menghampirinya. “Assalamualaikum,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lara,” sapaku. “Waalaikumslaam, Mas Nur.’ Maaf sudah menunggu lama,’ aku mencoba mencairkan suasana . ‘ah ga juga mas, &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; sekalian menungu mas datang aku juga asyik melihat-lihat buku-buku disini. Lumayanlah aku sedikit dapat pengetahuan dari baca-baca intisari buku sambil menunggu kedatangan mas.’ “:Iya makasih ya dah mahu menunggu.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Aku dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lara untuk sesaat melihat-lihat buku-buku yang ada di toko tersebut. Kelihatan lara sangat menyukai novel. Lama dia mengamati sebuah novel terkenal. “Suka novel ya Ra,” :”Iya mas, apalagi kalau karyanya bagus. Serasa habis makan deh kalau sudah selesai baca novel.” Dia menyebutkan satu persatu novel-novel kesukaannya. Jelas bagiku semua novel yang dibaca ara adalah tentang novel islami yang kesemuanya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;penggugah jiwa. Aku juga penah baca novel-novel seperti itu. Dan bahkan tidak sedikit novel-novel terkenal tersebut sudah diangkat kelayar lebar. “Ya, mudah-mudahan ya Ra dengan kehadiran novel-novel tersebut sedikit banyaknya bisa menambah wacana kehidupamn islami ditengah-tengah masyarakat kita saat ini.” “Amin, Mas, semoga begitu.“&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Suasana toko tersebut cukup padat. Seolah kami tidak lagi menghiraukan ramainya pengunjung didalam toko. Kami asyik bercengkerama mengenai novel-novel yang ada seraya melihat novel-novel yang lain. Kelihatan sang pramugari menatap kearah kami. Seolah-olah ada yang salah dalam tingkah kami. Barangkali dikiranya kami hanya ngobrol saja didalam toko buku tersebut bukan bermaksud membeli. Lama kami berada dalam toko buku tersebut. Tak terasa obrolan kami sudah memakan waktu satu jam. Kakipun sudah terasa pegal karena lamanya berdiri. Maklum di toko tersebut tidak disediakan kursi atau bangku buat pengunjung untuk membaca sinopsis buku-buku yang ada di toko tersebut sebelum calon pembeli menjatuhkan pilihannya. Aku pernah mendengar cerita dari dosenku yang dulu kuliah di jerman, katanya kalau di jerman, ada sebuah toko buku yang khusus menyediakan kursi atau bangku buat calon pembelinya untuk membaca sinopsis buku. Walaupun tidak membeli, tetapi bagi sang pemilik toko juga tidak merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masalah atau kerugian. Bahkan ada katanya sang mahasiswa yangs tidak sanggup membeli buku di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, harus bolak balik ke toko buku sekedar untuk mencatat sedikit informasi mengenai isi buku tersebut buat keperluan kuliahnya. Belakangan aku mendengar sudah ada salah satu toko buku terbesar di daerah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang sudah menerapkan ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Lama kami didalam toko tersebut. Kakipun sudah terasa pegal demikian juga yang dirasakan Lara.. “Ra, bagaimana kalau kita makan di café sekalian kita ngobrol disana saja,’ usulku kepada lara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena aku juga sudah merasakan kaki mulai pegal saking lamanya berdiri. “Boleh mas.’ Kamipun melangkahkan kaki ke café yang dimaksud. Aku memesan soup buntut, sementara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lara memesan &lt;i style=""&gt;capcay&lt;/i&gt;. Karena saking laparnya, kami melahap habis hidangan yanga ada didepan kami. Kebetulan kami memilih duduk kearah jendela jadi bisa melihat pemandangan diluar. Café terbut terletak disebuah mall pusat perbelanjaan. Pandangan terasa lepas ketika duduk di dekat jendela. Malam itu terlihat jelas lampu temarang menyinari pusat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Juga hilir mudik kendaraan menyusuri jalanan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Malam itu bulan bersinar dengan terang. Aku bisa melihat dari balik kaca jendela bulan purnama diatas &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Sinarnya menyinari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tanpa sedikit mengeluh kepada penduduk &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Dengan penuh ikhlas sinarnya telah membuat sebahagian penduduk &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kembali ke peraduannya. Menandakan waktu untuk beristirahat dan mendekatkan diri kepada pemilik ini semua. Tapi bagi sebahagian yang lain, kehadirn bulan purnama menambah suasana penuh indahnya malam. Seoalah bulan ingin berkata, malam ini adalah malam yang terindah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Ya, malam itu juga merupakan malam yang terindah buat diriku. barangkali juga buat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Lara. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; suasana hati yang membucah yang kami rasakan. Semuanya tumpah dalam percakapan kami. Tak ada kata yang terhenti. Semua mengalir seperti satu irama. Percakapan. Seolah-olah mengisyarakat ada semacam titik. Dan titik tersebut tidak berhenti, tetapi ada titik yang lain yang menghubungkannya. Seolah ada yang berkata didalam batin kecil kami, biarlah kebersamaan ini abadi dalam bingkai nan suci.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;***&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Awal Rajab 1429 H.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6036960950446251751-6564282611445086342?l=cahayasangfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/feeds/6564282611445086342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6036960950446251751&amp;postID=6564282611445086342' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/6564282611445086342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6036960950446251751/posts/default/6564282611445086342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayasangfajar.blogspot.com/2008/10/cerpen.html' title='cerpen'/><author><name>paradiso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04012109265351882302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_k9CfY5sfPNw/SPBWaNknOxI/AAAAAAAAAAM/qaA8DQ3qyNA/s72-c/Foto%28649%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
